Ya Nabi salaamun 'alaika, Ya Rasul salaamun 'alaika. Ya habib salaamun 'alaika, Shalawatullohi alaika
Asyroqol badru alainaa, fakhtafat minhul buduru. Mitsla husnik maa ro ainaa. Qoththu yaa wajhas suruuri
Anta syamsun anta badrun. Anta nuurun fauqo nuuri. Anta iksiiruw wa ghoolii. Anta mishbaahush shuduuri.
Minggu ini kita sudah memasuki bulan Rabi'ul Awal dalam penanggalan Hijriah, dan di tanggal 12 Rabi'ul Awal kita memperingati hari kelahiran junjungan kita Nabi Besar Sayyidina wa Maulana Muhammad SAW
Pada bulan ini dan bulan-bulan berikutnya marak diadakan peringatan Maulid tersebut, ada yang berupa ceramah-ceramah agama, tabligh akbar, dan di setiap daerah biasanya ada kebiasaan tertentu dalam rangka syi'ar, misalnya saja gerebek maulid / sekaten di daerah jawa tengah (keraton solo dan jogjakarta), juga ada tradisi pajang jimat di keraton cirebon, juga di daerah-daerah lain seperti para pemeluk islam waktu telu di daerah lombok memperingatinya dengan tradisi peresean
Bagi kaum santri, biasanya pada peringatan maulid ini dibacakan kitab rawi/riwayat Nabi SAW, kitab yang dibaca biasanya adalah Kitab Barzanzi karangan Syekh Ja'far Al Barzanzi, atau Kitab Burdah karangan Imam Bushiri, atau Kitab Ad Diba'i karangan Imam Wajihuddin 'Abdur Rahman bin Muhammad ad Diba'i, dan satu lagi kitab yg biasa dibaca khususnya bagi kalangan Arab/Hadramaut yaitu Kitab Maulid Simtud Duror karangan Al Habib Ali bin Muhammad al Habsyi
Di daerah Jakarta sendiri perayaan maulid Nabi SAW biasa dilakukan di setiap kampung oleh Majlis Taklim yg ada di situ, biasanya di bacakan Kitab Maulid Ad Dibai'i atau kitab Maulid Simtud Duror, dan di lanjut dengan ceramah agama dan di akhiri dengan makan bersama berupa nasi kebuli lengkap dengan menggunakan nampan satu nampan utk 3-4 orang, dan di antara pembacaan maulid serta ceramah agama itu juga di selingi dengan kesenian qasidah dan hadrah atau rebana ketimpring, atau kadangkala lengkap dengan satu grup gambus
Dan pada saat mahalul qiyam (saat berdiri ketika dibacakan saat kelahiran nabi/marhabanan) selain di iringi tepukan rebana juga dibarengan dengan letusan petasan berukuran besar, bau gaharu yang di bakar dan minyak wangi aroma kesturi yang di semprotkan makin membuat suasana semakin sakral
Bagi mereka yang percaya, mereka yakin bahwa pada saat mahalul qiyam itu Baginda Nabi SAW datang menyaksikan umatnya yg mencintainya, sehingga saat-saat mahalul qiyam ini boleh di bilang adalah saat yg paling terasa sakral dalam pembacaan maulid tersebut
Setelah pembacaan maulid selesai lalu di tutup dengan pembacaan doa, lalu di susul dengan ceramah agama, dan terakhir sebagai penutup, panitia biasanya menyajikan makanan biasanya berupa nasi kebuli lengkap yang enak sekali di makan di iringi dengan irama qasidah dari grup gambus
Perayaan Maulid Nabi SAW adalah suatu tradisi yang baik sekali, terlepas dari segala kontroversi, karena ada yg menyatakan bahwa ini adalah perbuatan bid'ah, bagi yang meyakininya ini adalah suatu bid'ah hasanah, dan sebetulnya tidak usah di perdebatkan lagi, karena ini adalah suatu bentuk tradisi, dan bukanlah upacara ritual keagamaan
dalam tradisi ini banyak sekali hikmah yg bisa di petik, selain pembacaan sejarah kelahiran Nabi SAW, dan ceramah agama, acara ini juga menghibur masyarakat dengan kesenian qasidah dan hadrah, juga ada semangat persatuan di masyarakat, silaturahmi dan syi'ar
Assalamu ‘alaika Zainal anbiyaa-i. Assalamu ‘alaika atqol atqiyaa-i. Assalamu ‘alaika ashfal ashfiyaa-i. Assalamu ‘alaika azkal azkiyaa-i.
Assalamu ‘alaika mi robbis samaa-i. Assalamu ‘alaika daama bilan qidloo-i. Assalamu ‘alaika ahmadu yaa habiibi. Assalamu ‘alaika yaa miskii wathiibii. Assalamu ‘alaika yaa maahidz dzunuubi. Assalamu ‘alaika yaa ‘aunal ghoriibi.
Assalamu ‘alaika ahmadu yaa Muhammad . Assalamu ‘alaika thoohaa yaa mumajjad. Assalamu ‘alaika Yaa kahfan wamaqshiid. Assalamu ‘alaika Yaa Husnan tafarrod.
Assalamu ‘alaika yaa jaalil kuruubi. Assalamu ‘alaika yaa khoirol anaami. Assalamu ‘alaika Yaa badrot tamaami. Assalamu ‘alaika yaa nuurodh dholaami.