 Beberapa saat belakangan ini, sepertinya lebih banyak nulis tentang silat, padahal sebetulnya gw lebih lama bergelut di beladiri ala jepun ini, tepatnya sejak tahun 1997 ketika masih jadi mahasiswa dulu. Cuma sekarang ini banyak ngobrol soal silat walaupun masih tau secuil tentangnya karena suka ikutan ngumpul dgn teman2 dari silat untuk membahas segala hal tentang silat, terutama silat tradisional yg di ambang kepunahan. Kalo mau tau dan mau ngobrol2 soal silat tradisional dan budayanya bisa di www.sahabatsilat.com , www.silatindonesia.com, silatindonesia@yahoogroups.com Balik lagi ke aikido, aikido adalah beladiri dari jepang, yang di dirikan oleh Morihei Ueshiba sekitar tahun 1920. Secara harafiah aikido adalah terdiri dari huruf kanji ai (selaras/harmoni) , ki (tenaga hidup/power/spirit/jiwa) , do (jalan/cara) , jadi secara singkat bisa diartikan sebagai "jalan untuk mengharmonisasikan tenaga/jiwa". Aikido di ciptakan oleh O Sensei (sebutan utk Morihei) setelah sebelumnya beliau mempelajari banyak jenis beladiri jepang seperti jojutsu, kenjutsu, iaijutsu dan terutama sekali adalah daito ryu aikijutsu yang sangat mempengaruhi dalam teknik aikido. Pada awalnya daito ryu aikijutsu adalah beladiri tertutup hanya utk kalangan istana, dan kemudian mulai diperkenalkan untuk kalangan umum oleh Sokaku Takeda, dan salah satu murid Sokaku Takeda adalah O Sensei. Kemudian di tangan O Sensei sejalan dengan perjalanan hidupnya mengembangkan beladiri daito ryu aikijutsu ini menjadi beladiri yang yang ditujukan untuk perdamaian dan kasih sayang. Namun demikian bukan berarti unsur beladirinya hilang, melainkan dengan menekankan filosofi yaitu untuk membeladiri tidak perlu sampai membuat kerusakan baik pada sekitarnya maupun kepada musuhnya. Hal ini tercermin dari gerakan tekniknya yang tidak pernah melakukan suatu gerakan menentang tenaga lawan melainkan mengalihkannya sehingga posisi lawan menjadi lemah. Ini bisa dilihat dari prinsip utama dalam gerakan aikido yaitu irimi (masuk/menyusup) dan tenkan (memutar). Dengan prinsip irimi dan tenkan ini maka tidak akan terdapat benturan tenaga dengan lawan dan pada saat itu juga posisi lawan akan segaligus menjadi lemah. Dalam aikido, gerakan teknik akan percuma bila tidak dilandasi dengan filosofi yang kuat. Filosofi aikido adalah filosofi budo yang sarat akan kebaikan dalam menjalani kehidupan. Aikido menganut paham bahwa musuh yang paling besar adalah dirikita sendiri, dan kemenangan sejati adalah kemenangan tanpa pertempuran dmana dalam pertikaian pasti ada pihak2 yang di rugikan. Misalnya saja dalam menerima serangan lawan untuk kemudian bisa dialihkan. Apabila dalam hati kita ada niat utk mencelakakan lawan, niscaya teknik aikido akan menjadi tidak efektif, karena dengan niat tersebut maka yang sebenarnya terjadi bukanlah mengalihkan serangan lawan, melainkan "memaksa" lawan utk bergerak sekehendak kita, dan berikutnya yang terjadi adalah saling menggunakan kekuatan yg bertentangan dgn prinsip aikido. Dalam berlatih aikido, gerakan-gerakan tekniknya kelihatan mudah utk dilakukan, tapi ternyata cukup sulit utk dilakukan, apalagi kalo melakukan teknik dengan benar secara fisik dan filosofis. Karena setelah kita cukup menguasai teknik, maka hal yang selanjutnya dipelajari adalah mempelajari aliran tenaga kita dan lawan. Pada level inilah kepekaan akan diasah sehingga kita benar-benar dapat merasakan aliran tenaga lawan dan dapat memanfaatkannya untuk membela diri. Dalam perkembangannya, terutama sepeninggal O Sensei, banyak timbul aliran-aliran atau style dalam aikido, sebetulnya semua aliran aikido ini tetap mempertahankan filosofi aikido, cuma berbeda pada penekanan dalam latihannya. Diantaranya adalah: Aikikai : aliran yang merupakan warisan dari O Sensei yang menggunakan metode konvensional dalam latihannya. Dalam aliran aikikai ini pun banyak sekali style-style yang dikembangkan leh para shihannya, misalnya Iwama Ryu (yang mengajarkan aikido dgn cara latihan Morihiro Saito seorang murid utama O Sensei), Nishio Ryu (mengajarkan aikido yang identik dengan ilmu pedang dan tongkat), Kobayashi Ryu, Watanabe Style, dll Yoshinkan : aliran yang dikembangkan oleh Gozo Shioda, ahli dalam bidang ilmu pasti yg merupakan salah seorang murid utama O Sensei, yang mengembakan aikido dengan pola pikir yang logis dan fisikal Ki Society/Shinshin toitsu aikido : aliran aikido yang dikembangkan oleh Koichi Tohei, yang lebih banyak di fungsikan utk melatif ki dan sangat berbau spiritual, dan lebih dikenal utk metode penyembuhan dengan ki atsu Tomiki Aikido : dikembangkan oleh Kenji Tomiki, seorang atlet judo, yang mengembangkan aikido sehingga dapat dipertandingkan Dari gambaran diatas dapat dilihat bahwa aikido yang diajarkan oleh O Sensei ternyata sangat berkembang, dan kemudian para murid2nya pun memiliki penafsiran sendiri terhadap aikido itu sendiri, selama prinsip utama aikido yang mengutaman kebersihan hati ada di tiap aliran2 tersebut. Di Indonesia sendiri, sebagian besar dojo yang ada adalah bagian dari aliran aikikai, dan sebagian kecil menganut aliran yoshinkan dan ki society. Sayangnya karena belum adanya organisasi yang membawahi persatuan aikido di Indonesia dan konflik diantara pengurus aikido, menyebabkan aikido terpecah di banyak organisasi-organisasi, diantaranya adalah YIA, KBAI, IAI, Tenshin Aikido, Shinjukai Aikido, Dojo Nishio Style, Kobayashi Dojo, Ki Aikido, Ki no kenkyukai aikido, dll untuk alamatnya bisa dilihat di : http://www.aiki-kenkyukai.com/ www.aikidoindonesia.com www.aikidoshudokanindonesia.com untuk Nishio Style Aikido bisa di Dojo Sepolwan Lebak Bulus dipimpin oleh Sensei Rista di No Telp : 021.98965254 Demikianlah review singkat tentang aikido, kalo ada kesalahan silahkan di revisi :) buat teman-teman yang tertarik ikut latihan silat tradisional bisa gabung dengan teman-teman dari komunitas sahabat silat (www.sahabatsilat.com), ini forwad emailnya : =================================================================== Dh,
Rekan2 Sahabat Silat Forum Pencinta Dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia, akan menfasilitasi pembukaan pelatihan Silat Tradisional Tahap II, yang direncanakan pelatihan akan diadakan untuk: 1. Aliran Sabeni; 2. Aliran Cingkrik Goning; 3. Aliran Cikalong; 4. Aliran Paseban; 5. Aliran Gerak Saka; 6. Aliran Silek Kumango; 7. Aliran Margaluyu; 8. Sabandar.
Pembukaan Latihan Tahap II ini dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Pelatihan akan berlangsung dengan jumlah murid minimal 10 orang dengan 1 orang akan ditunjuk sebagai Koordinator Latihan; 2. Pembukaan Latihan akan dilaksanakan serentak untuk aliran yang telah memenuhi jumlah minimal murid pada tanggal 30 Juni di padepokan pencak silat pada pukul 10.00 WIB; 3. Administrasi pendaftaran, dapat melalui email ke alamat email, udo alda; udo iwan s; udo ian s; mas eko: wan711225@...;dala3000@....; rama.wijaya@...;kumalahijau@...
dengan mencantumkan: nama, alamat lengkap, pekerjaan, no.kontak dan aliran yang ingin diikuti. 4. Untuk seragam dan biaya latihan akan ditentukan oleh masing2 aliran. 5. jadwal pelatihan sementara ini dipusatkan di Padepokan pencak silat indonesia setiap hari Sabtu jam 8.30 s/d 12.00 WIB untuk hari lain akan dicari dulu tempatnya. 6. Usia minimal 17 tahun keatas ..... (kayak mau nonton filem aja ..)
Pembukaan dibuka dari hari ini sampai dengan tanggal 29 Juni 2007.
Ikutan ya ....
Eko Hadi S Corporate Legal & Compliance PT. TEMPO INTI MEDIA Tbk Telp: 021-3916160, Ext.212
Syukur alhamdulillah hari rabu tgl 23 May 2007 pukul 14.15 WIB telah bertambah lagi satu penduduk bumi, di Rumah Sakit Hermina Sukabumi, Jawa Barat. Di awali dengan bunyi getar HP di tengah malam hari selasa tgl 22 May pada waktu hampir pukul 12.00 WBD (Waktu Bagian Depok), yang mengabari kalo istriku yg sedang hamil besar nun jauh di sana di sukabumi sudah on the way ke rumah sakit karena udah ada pendarahan....waduh...kepala langsung cenut-cenut dengernya...kombinasi karena mata ngantuk dan denger kabar mendadak itu. Setelah nyambung-nyambung naik angkot akhirnya bisa juga sampai di rumah sakit, didaerah sukaraja, sukabumi sekitar jam 3.30 dini hari. Sampe sana istriku udah tiduran dengan infus di tangan kanan dan kirinya. Rupanya karena ini hamil anak pertama, dia agak shok dan kaget, sehingga tekanan darahnya tinggi, sehingga harus di infus. Sampai siang hari berikutnya (Rabu, 23 May 2007), kondisinya masih status quo, masih sama seperti semalam, dan setelah diberi induksi, barulah mulai ada perubahan, mules-mules (kontraksi) yang sebelumnya jarang, sekarang udah mulai sering. Dan dokter serta perawat mulai mauk-masuk alat yg ga tau apa namanya tuh, utk persiapan persalinan. Dan melihat kesibukan itu kontan aja istriku makin tambah stress, dan gue yg tadinya mau kabur dari ruangan itu di tahan sama istriku dan mertua supaya tetep di samping istriku (hihihii...gagal deh kaburnya hehehh :D), dan akhirnya setelah beberapa saat, dan beberapa luka di tangan akibat cengkraman maut istriku akhirnya lahir juga lah jagoan kami yang pertama....Alhamdulillah...puji syukur...saat itulah sekali dalam seumur hidupku berhadapan dengan orang yang sedang bertaruh hidup dan mati, pantaslah kalo di sebutkan kalo sorga itu ditelapak kaki ibu Sekitar pukul 14.15 WIB tgl 23 May 2007 alhamdulillah akhirnya lahir normal dengan berat 3,3 kg dan panjang 48 cm. Mau nangis rasanya ketika mengumandangkan azan dan iqamah ke hadapan sang bayi, terharu, akhirnya jadi bapak juga, makin merasa ada beban moril yang harus di jaga, karena kini segala tindak tanduk pasti akan berakibat langsung kepada keluarga termasuk sang anak. * * * * * * * * * * * * *
 Setelah selesai semua urusan yang sangat melelahkan itu, ketika dokter menanyakan apakah sudah ada nama utk sang anak...barulah kepikiran kalo ternyata kami belum menyiapkan nama utk sang bayi. Gue pribadi berpendapat kalo cari nama untuk anak lelaki lebih susah, karena rasanya kalo nama untuk anak perempuan itu yang penting indah, artinya lembut/indah/bagus, enak di denger, dan banyak contohnya. Sedangkan nama anak laki itu suka bingung, kalo namanya agak tegas, takut nantinya kesannya galak, kalo namanya agak lembut, nanti mirip cewek, serba salah. Maunya itu namanya ada di tengah-tengah, ga terlalu lembut, ga terlalu macho banget misalnya nama "djarot" (maap kalo yg namanya ini :D), dan juga ga terlalu arab seperti "abu lahab" atau terlalu barat seperti "george", dll Sebetulnya sebelumnya sudah ada patokan kalo nama si bayi kelak ada nama "Muhammad", nama dari Nabi SAW, dan "Arsyanu", singkatan dari ibu bapaknya "Isya dan Nunik", nah yang bingung adalah nama tengahnya diatara "Muhammad" dan "Arsyanu" itu. Setelah sempet bingung seharian, dan bengong sambil nyari ide, dan sempet muter di kota sukabumi juga utk nyari buku nama anak :D. Dan daru keesokan harinya (Kamis, 24 May 2007) dapet ide untuk nama sang buah hati. Yaitu "Muhammad Fairizal Arsyan", Muhammad adalah nama dari Nabi Muhammad SAW, nabi umat Islam, dan seperti umat Islam pada umumnya tentulah mengharapkan kalo putra-putri kelak akan mengikuti jejak Sang Nabi, membawa kebaikan di muka bumi Fairizal, adalah petikan dari "Fair" dan "Rizal", rizal adalah bahasa arab utk laki-laki, fair dalam bahasa ingris, artinya kurang lebih adalah sportif, adil, menerima keputusan apapun adanya, di harapkan sang baby akan menjadi seorang laki-laki yang fair, yang dalam arti yg komplit mungkin bisa di samakan dengan tawakal, berserah diri dan ikhlas menerima setiap ketentuan Allah setelah di dahului dengan ikhtiar. Arsyan, ini adalah singkatan dari Anak daRi iSYA dan Nunik, hehehehh...ini sebetulnya yang kasih ide adalah keluarga istri. Beberapa minggu sebelumnya dikasih ide utk kasih nama "Syanu" oleh kerabat istri, singkatan dari Isya dan Nunik...tapi gue pikir-pikir...namanya bukan cowok banget gitu lohh...hahahahh...nanti dikiranya lagu Bunga Citra Lestari yang baru lagi...syanu...syanuu...hehehhh...Dan setelah di pikir-pikir dikasih tambahan 'AR" oke juga deh...lalu huruf U di belakang (Arsyanu) juga di ilangin jadi tinggal Arsyan... Dan kalo diliat dari buku nama-nama anak, Arsyan itu berasal dari kata Arasy, yatu singasana tempat Allah SWT, jadi memiliki makna sesuatu yang tinggi, besar, indah, jadi harapan kami kelak si Arsyan jadi anak yang tinggi ahlaknya, indah perilakunya..amin. Maka jadilah nama putera pertama kami bernama Muhammad Fairizal Arsyan Mohon doanya semoga anak kami ini bisa menjadi anak yang soleh, pintar, berbakti kepada ibu, bapak, dan keluarganya, berguna bagi sekelilingnya, nusa dan bangsa, dan yang paling penting adalah semoga ridho dan barokah Allah senantiasa melindunginya, dan juga kami selaku orang tuanya juga di beri kemudahan dan limpahan barokah agar berhasil dalam menjaga titipanNya ini....'amiin Allahumma 'amiin wassalam Isya Anugrah Rinaldi, Nunik Awalani, Muhammad Fairizal Arsyan Wisata Silat(Napak Tilas Maenpo Cianjur menuju Kelestarian dan Penemuan Jati Diri)
Oleh : Ian Syamsudin silatindonesia.com - Juma’at malam, kalender menujukkan tanggal 11 Mei 2007, berkumpullah para pendekar, pencinta, pemerhati dan sahabat silat tradisionil di Padepokan Pencak Silat (TMII) Jakarta untuk melakukan sesuatu yang agak lain dalam upaya pelestarian pencak silat tradisional yaitu berwisata silat ke Cianjur.
Wisata silat? Ya wisata silat...! Mengapa tidak? Bukankah pencak silat merupakan budaya bangsa yang tetaplah sebuah produk budaya yang dapat dinikmati keindahannya, dikagumi kedalaman isi filosofi, dan dikenal-mendalam untuk semakin dicintai pada konteks budaya masyarakatnya.
Maka sengaja, Forum Pencinta dan Pelestari Pencak Silat Tradisional (FP2ST) mengorganisir cara baru mengenalkan dan melestarikan Pencak Silat khususnya silat tradisi pada kaum muda yaitu dengan ber-wisata silat. Sebuah metode yang diinspirasikan dari pengalaman Cina dan Thailand dalam hal budaya beladiri dan pariwisata dan kelestarian budaya mereka.
Meski dengan fokus pada maenpo Cianjur, wisata silat juga akan menikmati keramahan masyarakat cianjur, keindahan alamnya dan lezatnya makanan (wisata kuliner) khas cianjur...!
Sejak pukul 19:00 peserta mulai berdatangan dan langsung menyantap makan malam berupa nasi padang bungkus. Yang muda, yang tua, yang pendekar, yang praktisi, yang hobby, yang pengamat, yang pemerhati silat, semua berbaur, bergaul dan bersilahturahmi.
Serta tidak ketinggalan para sesepuh perguruan dan aliran juga hadir; seakan tidak mau kalah dengan kaum muda dan dengan demikian tetap menunjukkan ‘jiwa muda’ yang selalu peduli dengan kelestarian pencak silat tradisional.
Mereka adalah Babe Ali Sabeni yang adalah anak dari Babe Sabeni, Sang pendiri aliran Sabeni dari Tanah Abang, Jakarta Pusat; hadir juga Bang Idjul, anak dari Babe Ali dan Cucu dari Babe Sabeni; Turut juga Kong Salim, sesepuh dari silat Paseban Lama; Pak Tubagus Bambang, pewaris dan pengembang Cingkrik Goning, Pak Bambang Sarkoro, sesepuh dari perguruan Margaluyu; Babe Nani, sesepuh dari Gerak Saka, dan Sensei Hakim (Aiki-kenyukai), seorang pemerhati silat dari Aikido.
Tentu juga diikuti oleh banyak kaum muda dari milis silat indonesia, kaukus.com, komunitas pencinta alam, bulletin/majalah kesehatan senior (grup kompas), wartawan dari koran tempo, Trans TV, BBC London, dan wartawan setempat (yang hadir ketika acara workshop); dan para pemerhati dan pencinta pencak silat tradisional..!
Setelah dibuka dengan doa oleh Pak Bambang, bis ‘Big Bird’dengan fasilitas AC dan TV ini melaju dengan mulus dari TMII sekitar pukul 21.15 dan tiba di Cianjur pukul 23.15, tepat dua jam dengan kondisi lalu lintas yang lancar.
Sepanjang perjalanan, rombongan tampak bersemangat dan antusias, berkumpul berbagi pikiran dan bersilah turahmi antar peserta; hingga tawa terdengar sepanjang perjalanan, semangat kekeluargaan menyeruak dan siap menyongsong tanah maenpo cikalong, cikaret dan sabandar (plus cimande buhun); inilah ranah Cianjur.
Malam semakin menjelang menyambut rombongan ketika tiba di Gedung KONI, tempat para peserta akan menginap selama wisata silat ini.. Turun dari bis, udara dingin dan sejuk menyambut para peserta yang terbiasa dengan udara jakarta; begitu menyegarkan dan mengenakkan perasaan.
Peserta digelandang masuk ke gedung KONI, tempat sederhana –‘hotel’ atlit—yang akan diinapi selama acara Wisata silat ini. Setelah mendapat Briefing singkat dari Koodinator Forum, Mas Eko Hadi, pesertapun menikmati makanan kecil : pisang, kacang rebus, ubi kecil dan unik dan minuman jahe (sejenis bandrek) yang menghangatkan badan. Sebagian peserta yang kelelahan langsung istirahat dan sebagian yang belum puas dan termasuk dalam kategori terkena ‘virus gila silat’ tetap berdiskusi dan bertukar ilmu hingga subuh....wwuuiihhh...
Jreng...Cianjur, euiy! 12 Mei 2007, Cianjur, sebuah kota kabupaten di provinsi Jawa-Barat, dengan jarak sekitar 65 km dari Bandung, ibukota Jawa-Barata dan 120 km dari Jakarta, dengan jarak tempuh sekitar 2,5-3 jam dalam kondisi lancar. Cianjur terletak diantara 6 derajat 21 detik – 7derajat 25 detik LU dan 106 derajat 42 detik BT-107 derjat 25 detik BT.
Karena berada pada ketinggian sekitar 2.300 dpl dan berada di kaki Gunung Gede, maka kota kecil ini berhawa sejuk dan segar. Dengan jumlah penduduk sekitar 2 juta jiwa ( tepatnya 2.058.134 per tahun 2004 menurut data yang diberikan oleh Pemkab Cianjur dalam situs resminya www.canjur.go.id ), Cianjur menjadi kota yang dinamis dan terus berkembang.
Matahari belum nampak pagi itu, dingin belum juga hilang, Sabtu, 12 Mei 2007, terlihat sekelompok orang sedang senam pagi di halaman Gedung KONI, Cianjur. Halaman yang dilapisi kon-blok itu, pada satu sisinya dipasang tenda untuk kegiatan ormas setempat itu; disanalah para peserta Wisata Silat mengerakkan badan, kendati sebagian peserta belum tidur –karena asyik berdiskusi hingga fajar--; suasana tetap riang; dibawah komando Pak Bambang yang memberikan senam sehat ala margaluyu, disusul kemudian sedikit perkenalan gaya senam-nya sabandar oleh pendekar Kisawung dan sebagai bonus yang unik, senam ala Thailand (apa ya namanya?:)) oleh pendekar O’ong Maryono...
Seusai senam pagi, peserta mandi pagi dan makan pagi yang disiapkan oleh saudara kita dari cikolong pancer bumi, khususnya keluarga Pak Haji Aziz dan Aceng beserta murid-muridnya. Salut untuk mereka yang selama tiga hari dan 2 malam Wisata ini bekerja keras dalam hal yang sangat vital ini yaitu konsumsi.
Dengan rapi, semua peserta berbondong-bondong naik Bis menuju ke Kantor Bupati Cianjur. Sungguh mengejutkan, betapa Pemda Cianjur menganggap serius dan memberikan perhatian yang sungguh-sungguh bagi acara wisata silat ini. Bupati sendiri yang menyambut dan menerima peserta Wisata Silat.
Sambutan Bupati Cianjur Dalam sambutannya Bupati Cianjur, Drs. H. Tjetjep Muchtar Soleh, mengucapkan selamat datang dan mengenalkan Cianjur dengan motto-nya : ngaos, mamaos dan maenpo. Ngaos adalah tradisi mengaji sebagai salah satu pencerminan kegiatan kerohanian dan spirtualitas. Mamaos adalah pencerminan kehidupan budaya daerah dimana seni mamaos Tembang Sunda Cianjuran berbibit buit ( berasal ) dari tatar Cianjur.
Sedangkan maenpo adalah seni beladiri tempo dulu asli Cianjur yang sekarang lebih dikenal dengan seni beladiri Pencak Silat. Bahkan pendapo Cianjur pun diadikan ajang bagi ketiga kegiatan tersebut. Secara Resmi Bupati kemudian melepas rombongan untuk ber-wisata silat diiringi dengan tepuk tangan yang meriah dari hadirin.
Dari Forum, yang diwakili Mas Eko, menyatakan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas sambutan yang demikian besar dan penuh dengan kekeluargaan; sebagai rasa terima kasih Forum pun memberikan sedikit tanda mata berupa Kujang kepada Bp Bupati. (menarik juga membandingkan pakaian resmi semua pejabat pemda dan peserta wisata silat yang terkesan santai dan kasual J). Sayang sekali karena kesibukan Bupati, acara pun diakhiri dengan photo bersama di depan Kantor Bupati.
MAKAM HJ IBRAHIM
Rombongan tour pun naik bis lagi dan kali ini mendapat kawalan (dipimpin) oleh mobil LLAJR yang terus menemani selama sehari itu. Tidak hanya itu, seorang pemandu pun ditempatkan di bis peserta, yang dengan setia menjelaskan tentang Cianjur dan juga maenponya.
Disebutkan bahwa wilayah pembangunan Kabupaten Cianjur secara geografis terbagi dalam 3 (tiga) Wilayah Pengembangan yaitu Wilayah Pengembangan Utara (WPU), Wilayah Pengembangan Tengah (WPT) dan Wilayah Pengembangan Selatan (WPS) dengan jumlah kecamatan sebanyak 24 kecamatan dan terdiri dari 341 Desa dan 6 Kelurahan di wilayah kota Cianjur.
Masing-masing wilayah mempunyai ciri-ciri khusus baik dari segi sumberdaya alam maupun sumberdaya manusianya. Sumberdaya alam dapat dibedakan berdasarkan topografi, jenis tanah, iklim, jenis penggunaan tanah dan lain-lain.
1. Wilayah Pengembangan Utara, merupakan dataran tinggi yang terletak di kaki Gunung Gede yang sebagian besar merupakan daerah dataran tinggi pegunungan dan sebagian lagi merupakan dataran yang dipergunakan untuk areal perkebunan dan persawahan. Kecamatan yang termasuk wilayah ini adalah Kecamatan Cibeber, Bojongpicung, Ciranjang, Karangtengah, Cianjur, Warungkondang, Cugenang, Pacet, Mande, Cikalongkulon, Sukaluyu, Cilaku dan Sukaresmi.
2. Wilayah Pengembangan Tengah, merupakan daerah yang berbukit-bukit kecil dengan keadaan struktur tanahnya labil sehingga sering terjadi tanah longsor, dataran lainnya terdiri areal ini adalah Kecamatan Tanggeung, Pagelaran, Kadupandak, Takokak, Sukanegara, Campaka dan Campaka Mulya.
3. Wilayah Pengembangan Selatan, merupakan dataran rendah akan tetapi terdapat bukit-bukit kecil yang diselingi oleh pegunungan yang melebar sampai ke daerah pantai Samudra Indonesia. Seperti halnya daerah Cianjur bagian tengah, bagian selatanpun tanahnya labil dan sering terjadi longsor, disini terdapat pula areal perkebunan dan pesawahan tetapi tidak begitu luas. Kecamatan yang termasuk wilayah ini adalah Kecamatan Agrabinta, Sindangbarang, Cidaun, Naringgul, Cibinong dan Cikadu. Dan masih banyak inforamsi berharga lain yang diberikan.
Iring-iringan 4 mobil (termasuk bis), berjajar menuju ke Makam Rd Ibrahim, pendiri aliran Cikalong. Setelah keluar dari jalan utama Cianjur, masuk ke jalan Jonggol, pemandangan sawah terhampr luas, menghijau menyegarkan mata demi mata yang kesehariannya dipenati oleh suasana ibukota. Berjalan sekitar 4 kilo, jalan mulai mendaki dan berbukit dengan pemandangan yang indah di bawahnya. Tidak lama kemudian rombongan mulai memasuki kecamatan cikalong kulon, tempat makam berada.
Akhirnya setelah melalui jalan kecil-yang oleh peserta disebut; daerah yang belum merdeka he he—bis pun parkir di kaki bukit, tempat makam berada.
Namun kejutan belum usai. Rombongan digiring berlawanan arah dari makam dan menuju ke kantor camat Cijagang , ada semacam sambutan, katanya. Ini memang di luar scenario, tapi peserta pun tidak keberatan, toh waktu yang dimiliki pun cukup banyak.
Ternyata banyak warga masyarakat termasuk camat-nya sendiri yang sudah menanti dengan diiringi musik ibing yang keras dan mengundang untuk ber-joget penca. Pak.. dung.. plak.. dung dung…..Setelah ramah tamah, Camat Cijagang menyambut dan kemudian disampaikan juga sedikit ulasan dan sejarah maenpo cikalong kulon oleh salah seorang sesepuh.
Di kecamatan cikalong kulon yang demikian kecil itu terdapat 28 paguron (perguruan) maenpo dan yang masih terus aktif hingga saat ini tercatat 10 paguron maenpo. Kemudian Penutur ini (maaf namanya lupa) mengisahkan sejarah dan legenda seputar Hj Ibrahim, termasuk pertarungan beliau dengan harimau. Yang dikomentari oleh Hj Ibrahim sendiri “ baru kali ini saya bertarung hidup dan mati”. Cerita dan legenda-legenda tersebut tetap hidup di masyarakat dan menjadi semacam semangat untuk terus mendalami dan melestarikan maenpo cikalong kulon.
Acara kemudian beralih pada atraksi silat dan ibingan..ini yang ditunggu-tunggu peserta. Dengan iringan musik gendang pencak (tepak 2 ) yang bertalu-talu, tampillah gadis cilik yang dengan lincah membawakan ibingan gaya cikalong kulon. Dikuti oleh sekelompok anak-anak dari paguron (perguruan) yang berbeda, dan juga gadis cilik yang memainkan golok ganda, mengundang decak kagum dari para peserta wisata silat.
Tampilan demi tampilan baik berkelompok maupun tunggal disodorkan dipanggung, membuat peserta seperti terpesona dan tidak mau beranjak dari tempat duduknya.
Tidak ketinggalan Bp Pak Camat sendiri pun turun, untuk menampilkan ibingan sebagai penghormatan kepada peserta wisata silat. dahsyat, seorang peserta berkomentar,”bukan main mulai dari Bupatinya, camat cikalong kulon hingga tukang penjual roti pada bisa maenpo!”...
Sebagai balasan, Pak Bambang dari Cingkrik Goning, menampilkan satu dua jurusnya beserta aplikasinya untuk menghibur semuanya. Setelah bang Nizam, sesepuh forum-pun, bang iwan, diajak tampil oleh pak Bambang yang diiringi oleh tepuk tangan meriah...plok plok plok....Beberapa atraksi masih ditampilkan dan acara kemudian diakhiri; pesertapun bertolak menuju ke Makam Rd Ibrahim.
Sejatinya Makam tersebut juga merupakan peristirahatan leluhur Rd Ibrahim yaitu Rd Aria Wira Tanu Datar, pendiri dan sesepuh kota Cianjur. Beliau masih dihormati hingga kini, terbukti ketika itu juga ada rombongan lain menggunakan bis dan mobil-mobil pribadi yang berziarah ke makam beliau.
Rd Aria Wira Tanu Datar (dalam Cikundul) ini juga diyakini seorang ulama besar dan penyiar Islam yang handal. Masyarakat setempat meyebut tempat itu sebagai Makam Keramat Cikundul.
Setelah melewati penjual dan pedagang kaki lima yang menyediakan berbagai makanan/barang khas Cianjur, peserta pun tiba di Mesjid di kaki Makam. Sandal pun diitipkan, dan peserta diajak untuk menghitung anak tangga menuju makam di atas bukit.
Dengan semangat ‘45, peserta pun mulai mendaki tangga satu demi satu dan mulai menghitung....tiba di pertengahan tangga, banyak peserta yang mulai mengatur napas, semakin tinggi, satu-dua mulai istriahat.. dan akhirnya tiba di Makam yang dibentuk seperti banguann mesjid; dengan napas memburu dan ngos-ngosan. Mungkin terlalu banyak menggunakan ‘pernafasan kretek’ he he he...
Hasil hitungan juga tidak sama: ada yang mengatakan tangga tersebut berjumlah 179, ada yang bilang 210, 198, 205 dan ada yang berkata” saya sibuk menghitung dan mengatur napas sendiri”, he he he..jadi gak sempet untuk menghitung anak tangga..
Istirahat sejenak di pelataran bangunan makam, sambil menikmati angin semilir yang mengobati lelah naik tangga; sembari melayangkan mata pada pemandangan indah di bawah bukit.
Peserta kemudian menuju ke Makam Rd Ibrahim yang terletak di samping, agak belakang, dari Makam Rd Dalem Cikundul. Doa pun dialunkan bagi pendiri maenpo Cikalong ini, diikuti oleh doa-doa pribadi yang dipanjatkan oleh masing-masing peserta Wisata Silat.
(Photo makam Rd Ibrahim: perhatikan makamnya yang demikian kecil dan panjangnya tidak lebih dari setengah meter; ada yang berpikir ‘mengapa demikian pendek makam ini?’...juga ada pesan sponsor yang mengganjal pemandangan)
Usai berzirah rombongan pun turun menyusuri tangga demi tanggan dan kali ini disambut oleh barisan peminta rejeki yang berada di luar pagar, namun memiliki ‘tangan yang panjang’ yaitu kayu/bambu yang ujungnya diikat dengan potongan botol aqua, sebagai tempat untuk memberi sedekah. Maka bersedekahlah jika mungkin. Cara ini dipakai mungkin dikarenakan tidak boleh berada di dalam area makam.
Tiba di mesjid bawah, peserta pun sholat, istirahat sejenak lalu kembali ke bis untuk ke goa Cilebut tempat khalwat (meditasi dan merenung) Rd Ibrahim sebelum membentuk maenpo Cikalong.
GOA CILEBUT Iring-iringan bisa dan mobil-mobil pribadi dengan didahului oleh mobil LLAJR melaju, menuju ke pusat kota kecil cikalong kulon dan berhenti di depan kantor camat cikalong kulon, di sebrang alun-alun kota.
Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki dari samping kantor camat, melewati perkampungan penduduk yang rapat dan banyak memiliki empang-empang, tempat memelihara ikan ato sumber mata air dan juga ada yang berfungsi sebagai tempat pembuangan limbah rumah tangga. Jalan setapak kemudian berujung di sebuah daerah menurun yang sebalah kanannya ada empang besar dan sebalah kirinya demikian; dan di depan empang kiri ada tanah terjal; disinilah goa Cilebut berada.
Namun sayang keadaanya sudah berubah, sejak team survey 2 bulan lalu mengunjungi tempat ini. Disekeliling goa sudah dipagari oleh tembok semen yang masih terlihat baru; sehingga goa sama sekali tertutup dan tidak terlihat dari luar. Belum lagi tepat ditengah-tengah pintu masuk goa, ada semacam tugu yang dipasang oleh paguron silat tertentu. Hal yang sama juga terlihat pada makam RD Ibrahim, ada pesan ‘sponsor’ paguron yang sama.
Belum jelas apa motif pemasangan ini. Namun peserta wisata sungguh menyayangkan kondisi ini. Sebagai asset bersama masyarakat cianjur selayaknya tempat-tempat bersejarah dan juga dikeramatkan oleh penduduk setempat, selayaknya mendapat perhatian dari Pemkab agar ha-hal demikian dapat dihindari dan kelestarian situs dan makam tersebut lebih terjamin. Seorang peserta berkomentar: “kalo semua paguron cikalong minta didirikan prasati di depan goa itu, sebagai tanda memiliki, maka apa jadinya tempat tersebut, pasti tertutup habis; mengingat, di cikalong kulon saja ada 28 paguron aliran cikalong”.
Peserta lain berpendapat ”tempat tersebut bukan milik suatu paguron tertentu tapi milik aliran cikalong, milik bersama dan tidak bisa diklaim oleh salah satu paguron saja. Maka Pemkab adalah pihak yang paling tepat untuk menertibkdan mengelola tempat tersebut sekaligus menghindarkan perseteruan antar paguron”. Sebuah pendapat yang kebanyakan diamini oleh seluruh peserta Wisata Silat. Opini tersbut lahir dari suatu rasa keprihatinan dan kecintaaan pada maenpo cikalong dan kelestarian tempat bersejarah yang berkaitan dengannya.
Usai menengok goa Cilebut , yang sedang ada pemotongan pohon kelapa dengan mesin di dekatnya, sehingga suasana agak bising, peserta kembali lagi ke bis dan bertolak menuju ke Waduk Cirata, berplesir.
Waduk Cirata
Waduk Cirata merupakan waduk buatan yang dibangun di daerah aliran sungai Citarum. Luas waduk ini mencapai 6.200 ha. Dan kesanalah rombongan wisata silat pergi untuk makan siang dan menikmati panorama alamnya.
Rombongan berhenti di sebuah rumah makan dan bersantap siang dengan ikan air tawar goreng/bakar lengkap dengan lalapan khas sunda serta sambal. Terasa mengenyangkan perut di hari yang siang dan lapar itu. Seusai mengisi ‘kampung tengah’, peserta pun berarak ke tepi waduk cirata. Sebagian lalu berperahu mengelilingi waduk, di bawah matahari yang bersahabat yang dengan cahaya-nya yang manja memantulkan kelip keemasan pada permukaan air waduk.
Kerambah apung untuk pengkaran ikan penduduk setempat terlihat pada ujung waduk. Disini dipelihara berbagai ikan air tawar mulai dari nila, ikan mas, mujaer dan lain lain..
Puas berperahu dan berkeliling Waduk peserta pun kembali ke bis untuk ke Cianjur kota. Jam sudah menujukkan pukul 5 lebih, dengan mengingat bahwa pukul 7-an ada acara di Dewan Kesenian cianjur (DKC). Tiba di KONI pukul 6-an dan bersiap-siap, plus makan malam dan langung berangkat ke DKC
Sambutan Meriah di DKC
Gedung Dewan Kesenian Cianjur (DKC) terletak di jantung kota Cianjur, di depan pasar inpres, tepat di pertigaan. Sewaktu peserta menginjakkan kaki di halaman DKC ini sudah menanti rombongan anak-anak yang akan menghantar peserta Wisata silat masuk ke dalam gedung dengan iringan ibing pencak, disertai musik gendang pencak yang berdentam penuh semangat, menyatakan selamat datang pada peserta Wisata Silat…. Wuuiih sambutannya heboh ya……
Terlihat di kursi sebalah kanan, sudah penuh oleh para sesepuh dan praktisi maenpo cianjur dengan pakaian yang berwibawa dan ikat kepala khas cianjur.
Peserta wisata silat pun duduk di sebelah kursi kiri, sesepuh di bagian depan dan acarapun dimulai. Sambutan pertama dari ketua panitia, Hj Aziz, dari paguron pancer bumi yang juga anggota DKC, yang melaporkan sejumlah 60 lebih mengikuti wisata silat ini dan telah berziarah ke Makam Rd Ibrahim dan Goa Cilebut .
Sambutan berikutnya dari O’ong (mewakili forum) yang mengajak semua paguron untuk membuka diri demi kelestarian maenpo dan menggunakan pariwisata sebagai salah satu cara pelestarian.
Bp Eddy Nalapraya, president PERSILAT, turut menyumbang saran megenai pentingnya perhatian dari pemkab setempat dalam bentuk pendanaan APBD untuk kegiatan budaya pencak silat.
Sambutan dari Bupati yang diwakilioleh asda2-nya menyatakan akan menyampaikan semua usulan tersebut pada Bupati dan saat ini manepo telah menjadi kegiatan wajib bagi semua sekolah SD dan SMP di Cianjur dan dalam waktu dekat akan diadakan pelatihan bagi giru calon pelatih maenpo.
Berkaitan dengan pendirian padepokan maenpo cianjur, telah pula dibeli tanah sekian hektar untuk keperluan itu, sambil menunggu dana selanjutnya untuk membuat gedung dan perlengkapannya.
Sambutan usai, langsung hadir pada acara yang dinanti, persembahan atraksi pencak silat. Ibingan- demi ibingan dari anak-anak, baik perseorangan maupun kelompok menampilkan keindahan gerak dan seni dari maenpo cikalong. Hadirin sungguh dibuat takjub oleh penampilan ini dan enggan berkisar sedikitpun dari tempat duduknya.
Anak anak segala umur mulai dari SD, SMP hingga SMA memeragakan maenpo-nya masing-masing dengan sedemikian mengagumkan. Kendati sangat muda, unsur rasa dan penghayatan gerak sudah mulai tampak pada setiaphentakan dan sapuan tangan dan kaki cilik mereka. Hanya ada : luuarr biaassaa...
Dan tidak hanya itu, kini para sesepuhpun menampilkan atraksinya. Ini sungguh istimewa. Terutama kehadiran Gan Ita Sasmita yang berusia 84 tahun, yang berjalan pun terlihat susah, sehingga mesti dituntun terlebih ketika naik tangga; ...eehhh... waktu dia ber-ibing dan memainkan jurus dan bahkan tehnik aplikasi dengan sesepuh lainnya; sama sekali tidak terlihat sudah demikian uzur dan menderita penyakit berat yang membutuhkan operasi; bahkan dengan tangkas dia mampua menghadapi serangn orang yang lebih muda; semuanya itu jelas membuat tergangga peserta wisata silat.
Applaus besar pun menggema dan diberikan pada beliau, pada dedikasi dan kecintaanya pada maenpo; sebuah teladan nyata dan hidup bagi kaum muda dan khususnya peserta Wisata Silat, yang sebagian berpikir: ‘apakah kita bisa seperti beliau jika telah tua nanti’, ato sebagian lagi bergumaam dalam hati: ‘bisakah aku menjadi tua seperti beliau ..he he...’ (maksudnya kagak mati mude , gitu)...
Suasana tambah hangat dan semarak. Kini giliran tampilan dari peserta Wisata silat, dengan iringan gendang pencak; tampilan 15an anak-anak dari paguron Paku Bumi, teletak di Cipanas, yang dibawa khusus oleh Pak Eddy Nalapraya untuk acara ini, semakin menghanyutkan suasana ...
Yang kemudian, muncullah Bang Idjul memainkan jurus aliran sabeni yang cepat dan keras diikuti Pak Bambang dari cingkrik goning, Bang Nani (gerak saka), Kong Salim (paseban lama); Masih terus atraksi dan penampilan demi penampilan bergulir satu demi satu...
Atraksi terakhir adalah ibingan khusus Cianjuran yang dibentuk oleh para sesepuh maenpo Cianjur untuk kepentingan ibingan. Secara serentak semua sesepuh (berjumlah dua puluhan orang) ber-ibing ria dengan sangat memukau. Malam tak terasa semakin larut...semua acarapun mesti diakhiri untuk datang lagi esok hari lagi.
Workshop Maenpo Cianjur 13 Mei 2007, Inilah acara puncak wisata silat. Singkat kata, pukul 8.30 semua peserta sudah duduk manis di Gedung DKC dan menantikan acara puncak ini. Uniknya peserta yang hadir di ruangan pertemuan sangat banyak mencapai seratus orang lebih. Banyak peserta dan wartawan yang datang kemudian.
Acara di buka dan dimoderatori oleh Pak Bambang dan Uda Alda. Dengan tepat dan singkat, dalam sambutannya, koorodinator forum dengan sinagkat padat dan jelas mengatakan bahwa tujuan utama forum hanyalah untuk menjadikan pencak silat ‘sebagai tuan di rumahnya sendiri dan dicintai oleh, khususnya, kaum mudanya’....
Setelah itu moderator pembicara ditangani oleh Bp Memed, sekaligus pembicara tunggal untuk sejarah maenpo cianjur. Dengan cukup panjang dan detil, Bp memed menerangkan sejarah maenpo Cianjur mulai dari Rd. Ibrahim hingga saat ini; disinggung juga berbagai filosofi yang sangat dalam baik yang terkandung dalam gerakan maupun dalam budaya setempat.
(wajah para pembicara dan sesepuh maenpo cianjur) Acara kemudian menonton ‘layar tancep’ atraksi jurus-jurus dari Cikalong, Sabandar dan Cikaret ketika ada syuting dari Eric, tamu dari Perancis.
Tanya jawab menyusul kemudian yang dengan antusias diikuti oleh hadirin workshop. Dan akhirnya, para sesepuh pun menampilkan ilmu mereka tanpa ada yang ditutup-tutupi. Benar-benar kesempatan langka dan sangat berharga.
Bahkan peserta mendapat kesempatan untuk ‘merasakan’ energi dan rasa dari masing –masing aliran. Mulai dari cikalong yang lembut maupun versi yang keras, cikaret yang berprinsip melumpuhkan lawan secepatnya sebelum serangan lawan sampai, sehingga terkesan cepat-keras-telengas,Ssabandar dengan permainan napas dan rasa yang dalam tahap tertentu bisa melumpuhkan lawan tanpa jarak. Sungguh menarik, sesepuh tanpa enggan dan segan menunjukkan isi dalam ilmu mereka, karena peserta silat sudah dianggap sebagai keluarga sendiri. Suatu anggapan yang mengharukan…
Bahkan ketika acara usai pun, peserta yang masih ‘haus’ tetap berkesempatan untuk mencoba langsung dengan berbagai sesepuh adan alirannya.
Baru kali itu peserta melihat apliksi ‘rasa anggang’ atau pun ‘rasa sinar’ yang dapat mejatuhkan/menghadapi musuh dengan jarak beberapa meter jauhnya. Juga aplikasi dari sabandar dengan tehnik napasnya. Tidak kalah heboh, dari Cikaret yang suangat cepat dan terkesan keras-telengas itu… Demikian sulit melukiskan suasana ini semua dalam kata-kata…
Sungguh suatu kekayaan budaya yang membuka mata semua peserta Wista Silat akan ‘emas-permata’ yang demikian berharga dari budaya sendiri, khususnya budaya Cianjur
Tak terasa sudah demikain sore dan peserta pun dengan enggan kembali ke bisnya. Dalam perjalanan, peserta mendapat kesempatan untuk membeli asinan, tauco dan oleh-oleh khas Cianjur lainnya; dan juga bersilahurahmi ke rumah Pak Haji Aziz, sesepuh Cikalong pancer bumi; yang juga berfungsi sebagai padepokan Cikalong Pancer Bumi sebelum akhirnya kembali ke Jakarta.
Di bis pun peserta masih ramai membicarakan pengalaman suangat menarik itu. Gelak tawa dan kekaraban masih menyelimuti sepanjang perjalanan yang kadang-kadang diselimuti juga dengan kesunyian, karena sebagian terlelap oleh rasa lelah.
Namun semua peserta menyatakan bahwa mereka puas. Sungguh behagia mengenal dan mencicipi kekayaan budaya sendiri, maepo cianjur.
Muncul tekad kuat dalam dada: MARI KITA LESTARIKAN PENCAK SILAT TRADISONAL, KEKAYAAN BUDAYA KITA......
Jakarta, 15 Mei 2007 Team Liputan Silatindonesia By : Ian Samsudin http://silatindonesia.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=9&artid=201

=================================================================== silat kumango dan filosofi minangkabau Silat atau biasa di sebut silek dalam dialek minangkabau adalah seni beladiri masyarakat minang yang juga berperan dalam mendidik manusia minangkabau untuk menjadi manusia yang mempunyai ketinggian baik lahir maupun batin ( urang nan sabana urang/manusia yang sebenarnya manusia). Karena dalam tradisi silek minang tidak hanya di ajarkan untuk membela diri dalam bentuk belajar serangan atau hindaran, tapi juga di isi dengan materi-materi yang penuh filosofi yang di simbolkan dalam aplikasi gerakan silat. Menurut beberapa penelitian di sebutkan bahwa silek minang adalah hasil kolaborasi dari aliran silat di jaman minang kuno dahulu yang di sebut gayuang dengan beladiri dari luar minang, antara lain Harimau Campa, Kuciang Siam, Kambing Hutan, dan Silat Anjing Mualim dari Persia. Oleh Datuk Suri Dirajo semua unsur itu di rangkum menjadi satu aliran yang di sebut Silek Usali atau biasa di sebut Silek Tuo. Silek Tuo ini memiliki gerakan yang sederhana, sehingga banyak pandeka - pandeka minang yang memodifikasi gerakan-gerakannya sesuai dengan pengetahuannya masing-masing, dan di beri nama sesuai dengan tempat asal silat tersebut atau kemiripan gerakan tersebut dengan alam sekitarnya ( alam takambang manjadi guru), sehingga akhirnya banyak varian-varian silat minangkabau seperti silek lintau, silek pauh, silek sungai patai, silek kumango (berdasarkan lokasi), silek buayo, silek harimau, silek kuciang bagaluik, silek baringin (nama hewan/tumbuhan), silek starlak, silek sentak (berdasarkan gerakan) dll Dari sekian banyak jenis silek yang terdapat di minangkabau itu, di kabupaten Tanah Datar tepatnya di kampung kumango, merupakan tempat asal silek yang di sebut silek kumango. Silek kumango merupakan salah satu aliran silek yang termuda, dan juga merupakan salah satu silek minang yang tumbuh berasal dari lingkungan surau. Silek Kumango di kembangkan oleh Syekh Abdurahman Al Khalidi yang merupakan mursyid Tarekat Samaniyah yang melakukan aktifitasnya di Surau Kumango. Perlu diketahui, Surau Syekh Kumango ini adalah salah satu tonggak penting dalam penyebaran tarekat khususnya tarekat samaniyah di minangkabau. Banyak orang yang datang untuk mengambil baiat tarekat ke Surau Kumango ini, dan sampai saat ini pun Surau Seykh Kumango menjadi pusat ziarah bagi para murid tarekat samaniyah yang ada di minangkabau, malaysia, kalimantan, dan sekitarnya. Nama kecil Syekh Abdurahman Al Khalidi Kumango adalah Alam Basifat, sejak kecil Alam sudah di kenal sebagai parewa (preman), dan akhirnya belajar mengaji dan mengkaji termasuk ilmu tarekat. Cabang tarekat yang dikuasainya adalah Tarekat Samaniyah, Naqsyabandiyah dan Syatariyah, namun yang di ajarkannya kepada masyarakat dari Surau Kumango adalah Tarekat Samaniyah. Bakat parewa Syekh Abdurahman ini rupanya di salurkan dalam bentuk ilmu silat, yang dikemudian hari di kenal sebagai silat kumango. Saat ini silek kumango di pimpin oleh Guru Gadang Lazuardi Malin Maradjo, di bantu oleh beberapa asistennya yang di sebut Guru Tuo, antara lain Uda Lesmandri, yang juga seorang praktisi tari kontemporer yang berbasis Silek Kumango. Filosofi dalam silek kumango antara lain dimulai pada saat penerimaan murid baru (mangangkat anak sasian) yang di wajibkan untuk memenuhi syarat-syarat tertentu yang di sebut manatiang syaraik (mengangkat syarat/sumpah), yaitu dengan membawa barang2 tertentu: 1. membao lado jo garam (membawa cabai dan garam) -->merupakan simbol agar ilmu yang diperoleh akan melebihi pedasnya cabai dan asinnya garam 2. pisau tumpul--> sebagai simbol bahwa murid yang baru datang di ibaratkan sebagai pisau tumpul yang akan di asah di sasaran agar menjadi tajam 3. kain putiah/kain kafan-->simbol kepasrahan kepada Sang Khalik agar selalu siap utk kembali kepadaNya 4. jarum panjaik jo banang-->simbol efisiensi, hemat dan tidak boros 5. bareh sacupak-->simbol utk bekal agar mandiri 6. ayam batino-->ayam ini biasanya dipelihara di rumah guru dan telurnya di ambil utk dimakan bersama-sama Sebagai mana sebagian besar silek minang lainnya, dalam pola langkahnya silek kumango juga menganut sistem langkah nan ampek (langkah empat). Pola langkah empat ini pada dasarnya adalah membagi ruang di sekeliling kita menjadi empat bagian, depan, belakang, kiri dan kanan. Pola ini banyak di temui di banyak aliran beladiri lainnya. Dalam silek kumango langkah ampek ni di simbolkan sebagai langkah Alif, Lam, Lam, Ha dan Mim, Ha, Mim, Dal, yang merupakan huruf hijaiyah dalam kalimah Allah dan Muhammad. Langkah nan ampek ini adalah bagian dari pituah pituah filosofis urang minang yang biasa di sebut sagalo nan ampek. Dalam menghadapi orang atau anak yang susah untuk di atur, para orang tua minang suka mengatakan mengatakan "indak tau nan ampek" kepada anak2nya, tidak tahu yang empat, artinya itu adalah sindiran bahwa ia tak tau tentang yang empat itu. Ampek macam batang aka Partamo syariaik Kaduo tarikaik Katigo hakikaik Kaampek makripaik
Urang nan ampek golongan Partamo niniak mamak Kaduo cadiak pandai Katigo alim ulamo Kaampek bundo kanduang
Adaik nan ampek Partamo adaik nan sabana adaik Kaduo adaik nan diadaikkan Katigo adaik nan taradaik Kaampek adaik istiadaikLangkah nan ampek ini juga di simbolkan dengan sifat dari Nabi Muhammad SAW, yaitu Siddik, Tabligh, Amanah dan Fatonah. Dan banyak lagi filosofi minang yang terangkum dalam sagalo nan ampek. Dari sisi ilmu batin, langkah nan ampek ini juga merupakan simbol dari nafsu manusia yang terdiri dari nafsu ammarah, lawwamah, sufiyah dan muthmainah. Dan ini juga merupakan awal dari ilmu untuk mencari saudara batin guna mencari DIRI yang sejati. Ini mirip dengan pemahaman sedulur papat lima pancer yang ada di tanah jawa. Sehingga pada akhirnya nanti akan menemukan jati diri manusia yang benar-benar MANUSIA. Ada empat tingkatan jenis manusia menurut pemahaman minangkabau yang juga terangkum dalam empat bagian, yaitu : urang, urang nan takka urang, urang nan ka jadi urang, urang nan sabana urang. Selain langkah ampek, dikenal dalam silek minang juga dikenal filosofi langkah tigo, yang memiliki muatan filosofis serupa dengan langkah nan ampek, namun bila langkah ampek memiliki muatan agamis, sebaliknya langkah tigo memiliki muatan adat, yang menjadi landasan dalam pola pikir masyarakat minangkabau, termasuk dalam seni sileknya. Adat babarih babalabeh Baukua jo bajangko Tungku nan tigo sajarangan Patamo banamo alua jo patuik Kaduo banamo anggo tanggo Katigo banamo raso pareso Alua jo patuik (alur dan kepatutan/kepantasan) secara singkat adalah logika, anggo tanggo (anggaran tangga) kedisiplinan, raso jo pareso (rasa dan periksa) adalah perasaan/olah rasa dan ketelitian/periksa. Aplikasinya dalam ilmu silek adalah bahwa silek itu haruslah bersesuaian dengan ilmu pengetahuan/logika/masuk di akal, dalam mempelajarinya diperlukan kedisiplinan, dan terakhir yang tak kalah penting adalah pengolahan rasa untuk mempertajam gerakannya. Dalam silek kumango, pengaruh sufistik dari Syekh Abdurahman juga tampak dalam filosofi, bahwa setiap serangan haruslah dielakan terlebih dahulu. Tidak tanggung-tanggung bukan sekali di elakan, melainkan di elakan sebanyak empat kali. Elakan pertama di simbolkan sebagai elakan mande, dalam menghadapi serangan pertama dari seorang musuh, harus di elakan, dianggap nasihat dari seorang ibu kepada anaknya, jadi kita wajib memahaminya dan bukan melawannya. Elakan kedua di simbolkan sebagai elakan ayah, jadi harus dipahami dan bukan dilawan. Elakan ke tiga di simbolkan sebagai elakan guru, kita harus mengumpamakan bahwa itu adalah seorang guru yang sedang marah kepada kita sehingga wajib di pahami dan tidak dilawan dengan cara mengelakan serangannya, Elakan keempat di simbolkan sebagai elakan kawan, yaitu di artikan bahwa itu adalah seorang kawan yang hendak bermain-main kepada kita sehingga harus kita pahami dan dalam gerakan silat harus kita elakan. Baru pada serangan kelimalah seorang pesilat kumango dapat melakukan gerakan perlawanan, karena pada serangan kelima ini di ibaratkan si penyerang sudah bersama setan, sehingga wajib bagi kita untuk menyadarkannya, dalam aplikasi gerakan silat ini bisa dilakukan dengan gerakan serangan berupa pukulan atau sapuan kaki yang diakhiri dengan kuncian, dengan catatan bahwa serangan dari kita hendaknya tidak boleh sampai mencederai lawan, dan bahkan apabila lawan sampai kesakitan, minta maaf adalah hal yang patut dilakukan. Dalam diskusi silat kumango beberapa waktu lalu di padepokan TMII yang diprakarsai oleh rekan2 sahabat silat ( www.sahabatsilat.com) , ada seorang peserta yang menanyakan bagaimana aplikasi silek kumango dalam menghadapi lawan yang berada di bawah (jatuh atau menjatuhkan diri), misalnya saja dalam menghadapi seorang ahli gulat/grappling, ternyata dalam filosofi silek kumango di sarankan untuk tidak menyerang lawan yang posisinya sudah berada di bawah. Dalam pepatah minang ini di simbolkan dengan “ alah kanyang ka tambah” sudah kenyang masih mau nambah, maka yang terjadi adalah hilanglah rasa kenyang dan tibul rasa sakit perut. Karena lawan yang berada di bawah di posisikan sebagai lawan yang sudah jatuh, nah menyerang lawan yang sudah kita jatuhkan bisa mengakibatkan posisi kita malah menjadi lemah, maka sebaiknya di biarkan lawan sampai bisa berdiri kembali. Jurus Silat Kumango : 1. Elakan (kiri luar, dalam) 2. Elakan (kanan luar, dalam) 3. Sambut Pisau 4. Rambah 5. Cancang 6. Ampang 7. Lantak Siku 8. Patah Tabu 9. Sandang 10. Ucak Tanggung 11. Ucak Lapeh Dalam permainan silek kumango tidak dikenal permainan senjata, kecuali dalam kembangan yang berbentuk tarian. Sebagai silek yang berasal dari budaya surau, maka senjata yang dikenal dalam silek kumango adalah sarung. Jadi selain sebagai alat untuk beribadah, sarung juga merupakan senjata yang dapat di andalkan. Dalam diskusi silat kemarin itu Guru Gadang Amak Ar juga memperagakan gerakan beladiri dengan mempergunakan senjata sarung. Demikianlah sekilas tentang silek kumango, yang selain berguna dalam fungsi pembelaadi diri, juga berperan dalam pembentukan moral manusia minang. Didalam silek ini banyak sekali pituah pituah urang minang dengan arti yang sangat dalam. Sangat di sayangkan kalau budaya ini sampai hilang di telan zaman. Usang usang di pabarui Nan lapuak di kajangi Nan senteng di bilai Nan taserak di kumpuekan Nan hanyuik di pintehi Nan takalok di jagokan Nan hilang di cari Salam silat indonesia laporan lain dari silat kumango : http://nagapasa.multiply.com/journal/item/15
Pada hari sabtu minggu ini (28 April 2007), teman-teman dari Forum Pecinta dan Pelestari Silat Tradisional akan mengadakan diskusi mengenai silat dari ranah minang, yaitu silek kumanggo
Silat atau biasa dilafalkan dengan ucapan silek (sile') adalah salah satu warisan budaya yang utama dari tanah minangkabau, karena daerah minangkabau diakui sebagai salah satu daerah yang banyak mempengaruhi aliran silat dari daerah lain. ditanah minang sendiri ada banyak jenis aliran silat, antara lain dikenal berdasarkankan asalnya, yaitu : silat lintau, silat pauh, silat pagaruyung, berdasarkan masa berdirinya : silat tuo, silat rang mudo ; berdasarkan gerakannya : silat starlak, silat buayo lalok, silat harimau, silat kumanggo, dll
Yang akan menjadi topik diskusi minggu ini adalah silek kumanggo, yang berasal dari kabupaten tanah datar, batu sangkar. Silat ini di nisbahkan kepada pendirinya yaitu Syekh Abdurahman Al Khalidi Kumanggo, seorang ulama sufi yang terkenal dari batu sangkar yang menyebarkan tarekat samaniyyah dan naqsyabandiyah ke seluruh penjuru ranah minang. Sampai saat ini Surau Syekh Abdurahman Kuamanggo di tanah datar masih menjadi pusat penyebaran Tarekat Samaniyyah dan menjadi tujuan ziarah menuju makam Syekh Kumanggo.
Pengaruh sufistik dari pendiri silat ini mejadikan silat kumanggo ini penuh dengan ajaran-ajaran yg penuh cinta kasih. Ini ada kemiripan dengan silat yang berkembang di daerah Jawa Barat yaitu silat cikalong, yang didirikan oleh Mamak H Ibrahim yang menimba ilmu tarekat Naqyabandiyah dari ajengan cirata, yang menjadikan silat cikalong penuh dengan jaran cinta kasih dan tidak berusaha untuk menyakiti lawan, dan cenderung untuk menyadarkan lawan.
Pengaruh tasawuf tampak dalam Langkah Dasar Silek Kumango yaitu Alif Lam Lam Ha, Min Ha Min Dal (menjalani hidup dan kehidupan mencari keredhaan ALLAH SWT dengan mencontoh perilaku Rasulullah SAW)
Menurut Bapak Aslim Nurhasan Sutan Sati salah seoran rekan milis yang juga pengurus Limpapeh dari batu sangkar, mengatakan bahwa prinsip-prinsip humanisme dalam ajaran tasawuf juga tercermin dalam gerakan dan filosofi silat kumanggo, yaitu antara lain tidak berkehendak untuk menyakiti lawan, filosofinya adalah bahwa musuh tidak di cari , dan apabila terpaksa tak mungkin dielakan, atau dalam istilah lain yaitu gantiang ka putuih, artinya genting ke putus, jadi filosofinya, bahwa silek ini kalo masih dalam keadaan genting pun selama masih bisa di elakan yah sebaiknya di hindarkan, tapi dari keadaan genting ke mau putus leher, barulah silek bisa di gunakan.
Ketinggian budi silek kumanggo ini juga tercermin dalam gerakan pembelaannya :
Serangan pertama, disambut /dielakan dan dianggap sebagai teguran teman sejawat. Serangan kedua, disambut /dielakan dan dianggap sebagai teguran guru, Serangan ketiga, disambut /dielakkan dan dianggap sebagai teguran Bundo /Ibu,Serangan keempat, disambut /dielakkan dan dianggap sebagai teguran Ayah. Serangan kelima, disambut dan dikunci (dianggap si penyerang sudah bersama setan). Ketika penyerang sudah tidak bisa bereaksi (kesakitan), Pesilat Kumango mohon maaf, kalau si penyerang tersakiti
Sepeninggal Syekh Kumanggo, silaek kumanggo ini dikemabngkan oleh keturunannya, dan di antaranya yang terkenal adalah Malin Maradjo, yang ketinggian ilmunya di anggap hampir menyamai Syekh Kumanggo, Malin Maradjo ini kabarnya pernah menjuarai silat tingkat nasional (PON) di masa awal kemerdekaan Indonesia sekitar tahun 40-50an. Sedangkan mengenai nasib Malin Maradjo ini sendiri simpang siur, karena kabarnya juga beliau ikut terlibat dalam gerakan PRRI di tahun silam.
Nah kembali ke acara diskusi minggu ini, atas budi baik Pak Aslim Nurhasan yang merupakan pengurus Limpapeh Luhak Nan Tuo (lyayasan seni budaya minang), dan juga dukungan dari bupati Tanah Datar yang ternyata juga seorang pesilat, sehingga bersedia untuk berkunjung ke jakarta, untuk membagi pengetahuannya, demi keutuhan budaya bangsa. Tidak tanggung-tanggung, mereka yang akan datang ke jakarta adalah Guru Gadang (Guru Besar) dari silek kumanggo itu sendiri yaitu Bp, Lazuardi Malin Marajo ( Abak Ar Malin) yang sudi datang berkunjung ke jakarta tanpa pamrih apa-apa, dan beliau juga di temani oleh Bp. Lesmandri dari Limpapeh yang mengembangkan Tari Minangkabau berdasarkan silek kumanggo.
Bagi yang ingin ikut serta silahkan datang ke padepokan silat TMII hari sabtu tanggal 28 April 2007 pukul 10 pagi. Silahkan datang ga perlu daftar ga perlu bayar, kalo mau bawa makanan atau cemilan sendiri hehehehh..kalo mau tanya-tanya bisa tanya ke saya di multiply ini atau Mas Eko Hadi di No : 0816703240
salam pencak silat
Pernah denger silat Sabeni dari Tanah Abang, silat cingkrik dari rawabelong, silat paseban, silat gerak rasa, silat pahaman empat kelima pancer, sibandrong, sipecut, sitembak, sliweh, naga ngerem, kelabang nyebrang, silat bunder??? Pasti banyak yang sudah tidak mengenalnya lagi, padahal itu semua adalah aliran silat yang terdapat dijakarta, menurut penelitian ada lebih dari 300 jenis silat yang ada di daerah jakarta...angka yang fantastis banyaknya jenis aliran silat ini, dikarenakan sifat silat ini yang fleksibel, banyak pendekar yg telah menguasai satu aliran silat, lalu mempelajari aliran lainnya, dan akhirnya dikenal dengan silat alirannya sendiri tapi sayangnya keberadaan silat-silat itu sendiri kini seperti hidup segan mati pun tak mau, pernah terdengar sayup sayup namanya, tapi tak kelihatan rupanya, cerita yg ada selalu diawali dgn kata konon kabarnya berangkat dari keprihatinan inilah, maka sekelompok teman-teman yg tergabung dalam milis silat indonesia (d/h milis silat bogor), merasa terdorong untuk melakukan sedikit usaha untuk ikut membantu pelestarian silat-silat yg namanya tinggal sayup sayup itu sedikit demi sedikit, data-data jenis silat yg pernah tumbuh di jakarta ini mulai terkuak keberadaannya, dan beberapa bahkan difasilitasi untuk dapat melakukan pelatihan di padepokan TMII beberapa acara telah dilakukan, seperti diskusi aliran silat, yang sudah pernah membahas silat cikalong, silat cingkrik dan silat margaluyu, juga pernah mengadakan diskusi antara silat cikalong dengan aikido, dll sampai saat ini sudah banyak aliran silat yg telah terdata dan telah di posting di www.silat indonesia.com dan juga sebagian di informasikan di media cetak (koran Tempo) dan televisi (Trans TV) banyak orang salah mengira, bahwa dalam silat banyak unsur-2 ghaib atau magicnya, tapi selama ini saya justru malah belum menemukannya, silat seperti juga jenis beladiri lainnya seperti dari cina atau jepang, adalah mengandalkan kecepatan gerak dan kepekaan rasa gue sendiri basically lebih lama latihan silat impor, yaitu aikido dan judo, sejak awal masuk kuliah gue udah latian aikido, dan selama ini gue pikir hanya aikidolah beladiri yg mengutamakan "rasa", tapi ternyata banyak beladiri lain yg juga mengutamakan rasa, seperti misalnya silat cikalong dan silat gerak rasa (latihan napel di silat cikalong itu dasyat banget utk latihan kepekaan dan merasakan energi lawan) oya foto di post ini adalah foto Pak Tubagus Bambang Sudrajat, pewaris silat cingkrik goning, yg belajar dari mertuanya Alm Usup Utai, yg belajar langsung dengan Engkong Goning, foto ini diambil waktu latihan dipadepokan TMII apabila ingin mengetahui informasi mengenai keberadaan silat yg ada di jakarta, bisa contact teman-teman di forum ini, mudah-mudahan forum punya data-data terakhirnya, mengenai alamat lokasi, dan pewaris silat tersebut dan apabila ada informasi mengenai keberadaan jenis aliran silat yg hampir punah, silahkan kasih tau kita agar data-data yg ada semakin lengkap dan kalo mau ngobrol-ngobrol juga asik asik aja kok kalo bukan kita sendiri yang melestarikan budaya kita sendiri lalu siapa lagi ??? ;) Saat-saat menyambut kelahiran anak memang selalu bikin deg deg an, apalagi anak pertama, begitu juga dengan gue saat ini, istri tersayang sekarang sedang hamil lewat 7 bulan, bingung juga apa yang harus dikerjain duluan, apa yg harus disiapkan, popok, pempers, box bayi, nanti lahiran dimana, disukabumi (rumah ortu istriku) atau di jakarta aja (rumah ortu ku), latihan utk ibu hamil itu apa aja biar gampang proses persalinannya dll deh mau cari-cari nama untuk si bayi, wah malah jadi tambah bingun euy, apalagi menurut perkiraan dokter si calon bayi ini jenis kelaminnya laki-laki, menurut gue, cari nama anak laki itu lebih susah dari pada anak perempuan, kalo stok nama utk anak perempuan sih udah banyak, tapi utk anak laki kayaknya kebih susah deh, dan lebih kompleks lagi asik browsing tentang persiapan menyambut kelahiran bayi, eh malah dapet link tentang adab menyambut kelahiran bayi, alhamdulillah, mungkin ini yang pertama-tama harus dipersiapkan, agar begitu bayi brojol kita sudah tau hal-hal yg sebaiknya dilakukan ini keterangan dari www.pesantrenvirtual tentang adab menyambut kelahiran bayi ; =================================================================== Kajian kitab kuning kita kali ini, adalah pembahasan tentang penyambutan bayi yang baru lahir, dengan referensi Kitab "Tuhfatul Habib Ala Syarhil Khatib" dan "Mughnil Muhtaj ila ma'rifati alfadhil Minhaj" pada sub bab Aqiqah. Bagi yang ingin membaca source textnya langsung silahkan klik di sini [1] dan [2]: Bagi bayi yang baru dilahirkan, Sunnah untuk - Diadzani di telinga kanan. - Di-iqomat-i di telinga kiri. Efeknya apa? Menurut hadits tersebut, ada jin tertentu yang bernama Ummu Shibyan (US), dia suka mengikuti kelahiran bayi. Nah adzan tadi berguna agar gangguan US tadi tidak menimbulkan efek apapun. Selain itu, agar kalimah2 tauhid menjadi ilmu pertama yang didengar oleh bayi. Memang adzan memiliki keistimewaan tersendiri, yakni bila dibacakan, akan membuat setan lari. Jadi adzan dan iqomat ini disamping memang rekomendasi (sunnah), namun juga dhahir dan batinnya sendiri bermanfaat. Kemudian sunnah juga: - Dibacakan Ayat kursi (QS. AlBaqarah 255) - Dibacakan Ayat Inna Rabbakumullah (QS. Al-A'raf 54) إِنَّ رَبَّكُمُ اللّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثاً وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلاَ لَهُ الْخَلْقُ وَالأَمْرُ تَبَارَكَ اللّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ - Dibacakan QS Al-Ikhlas (Qulhuwallahu ahad, dst) di telinga kanan [Lihat 14]. - Dibacakan Muawwidzatain (dua audzu), yakni Q.S. Al-Falaq dan An-Nas - Dibacakan Doa: لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ ، لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ ، وَرَبُّ الْأَرْضِ ، وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيم a-ilaaha-illalla-hul adhimul halim. La-ilaaha-illalla-hu rabbul arsyil adhim. La-ilaaha-illalla-hu rabbus samawati warabbul ardli warabul arsyil karim. - Dilanjutkan doa Nabi Yunus (QS. Al-Anbiya' 87) فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَن لَّا إِلَهَ إِلَّا أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّيكُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ Fanada fidh dululmati alla ilaaha illa Anta, subhaanaka inni kuntu minadh dhalimin. - Juga Dibacakan Inna Anzalnahu (QS Al-Qadr 1..5) Dalam kitab Al-Bajuri (Hasyiah Fathul Qorib), Insya Allah telah disebutkan sbb: Dengan dibacakan QS. Al-Qadr ini, bayi tadi Insya Allah tak akan berzina seumur hidupnya. Rekomendasi bacaan2 di atas bukanlah wajib. Tidak dibaca sama sekali juga tidak berdosa. Hanya saja sayang beribu sayang, sebab kesempatan untuk membacakan itu (konteks disunnahkannya) hanyalah sekali seumur hidup, yakni saat dilahirkannya si bayi. Dan seandainya bayi tersebut mengerti keengganan orang tuanya (padahal sudah tau), bisa dibayangkan betapa menyesalnya dia. Ada juga tips dari orang tuanya Sayyidah Maryam yg berdoa saat kelahiran beliau (Q.S. Ali-Imran 36), yakni "Ya Allah saya mohon perlindunganMu untuk anak ini (Maryam) dan keturunannya (Nabi Isa AS), dari syaithanir rajim" yakni ayat "Inni Uidzuha bika wa dzurriyyataha minasy sayithanirrajiim" [13] (HR Imam Bukhari). Demikian diriwayatkan oleh Shahabat Abu Hurairah RA yang kemudian merekomendasikannya "iqrauu in syi'tum", "Nah kalau kalian pingin, yah bacalah ayat itu". Tentu saja, siapa yang tidak pingin, kalau anaknya dilindungi Tuhan dari setan. Dikisahkan di tafsirnya, bahwa Allah SWT telah berkenan menjaga S. Maryam dan N. Isa dari sentuhan setan saat beliau lahir, berkah didoai dengan doa tersebut [3]. Tips yang lain adalah: - Memberikan harum-haruman (za'faron, parfum bayi, dll) di atas kepalanya. - Beraqiqah (memotong kambing) pada hari ke-7 (misal lahir Senin, hari ke-7 adalah Ahad) [5]. Daging disedekahkan dalam keadaan matang dan sebagiannya boleh dimakan sendiri. Diusahakan agar tulang belulang kambing tidak sampai pecah, sehingga pemotongan diusakan agar tepat di persendiannya. Hal ini dengan harapan agar kondisi fisik si bayi nantinya kuat. Bumbu masakannya lebih dimaniskan, dengan harapan akhlaknya nantipun juga manis, disamping memang kesukaan Rasulullah adalah masakan manis dan madu [7]. - Urutannya adalah aqiqah, kemudian cukur rambut, dan dinamai [6]. Boleh saja dinamai pada hari pertama, bila tidak berniat aqiqah [8]. - Saat itulah nama diberikan, dan diusahakan sebagus mungkin. Rasulullah SAW bersabda, "nanti pada saat qiamat, kalian akan dipanggil sesuai nama kalian dan bapak kalian, karena itu baguskanlah namamu" [9]. - Pencukuran rambut dilakukan setelah pemotongan kambing, sebagaimana pada haji, tahallul dilakukan setelah qurban [10]. Rambut tadi dikumpulkan, ditimbang, dan beratnya dikonversikan ke emas atau perak [11]. Rasulullah SAW memerintahkan Sayyidah Fathimah untuk menimbang rambut Sayyidina Husein dan bershadaqah emas seberat rambut itu dan memberikan hadiah khusus (paha/kaki kambing) ke bidan yang menolong kelahirannya [12]. - Tahnik. Para shahabat punya kebiasaan, bila bayinya telah lahir, mereka langsung membawanya ke hadapan Rasulullah SAW. Selanjutnya beliau menyuruh untuk mengambil kurma, kemudian mengunyahnya, hingga halus, lalu mengambilnya sedikit (dari dalam mulut beliau), dan menyuapkannya ke mulut bayi, dengan cara menyentuhkannya di langit-langit mulut bayi yang akan "otomatis" menghisapnya. Di sini akan masuk 2 hal, yakni glukosa (karbohidrat) untuk kekuatan fisik dan ludah Rasulullah SAW yang membawa berkah. Sunnah ini dilanjutkan oleh ummat Islam, dengan mentahnikkan bayinya kepada para ulama, dengan sabda Nabi "Al-Ulamau waratsatul Ambiya'", ulama itu pewaris para Nabi. Bila tak ditemui ulama (kaum shalihin) laki2, maka perempuanpun tidak ada masalah [15]. - Ucapan Selamat [16]. Kita berikan ucapan selamat untuk keluarga yang baru melahirkan ini, ucapan standarnya : Barakallahu laka fil mauhubi laka wasyakartal wahiba wabalagha asyaddahu waruziqat birrahu[16a]. Mudah2an Allah melimpahkan berkah, dan Anda makin mensyukuri Dzat Pemberinya. Semoga si anak ini mencapai kedewasaannya dan dikaruniai kebaikan. Dan yang diberi ucapan selamat, menjawabnya, jawaban standardnya adalah : Barakallahu laka wabaraka alaika "atau" ajzalallahu tsawabaka [16b]. Semoga kalian juga diberkahi Allah. atau Semoga Allah memberimu balasan pahala yang besar. Mudah2an uraian ini bermanfaat. Hiroshima, 11 Juli 2005 Wassalam Agus http://www.pesantrenvirtual.com/index.php?option=com_content&task=view&id=1066&Ite%20mid=4
buat yg suka datang ke acara Maulid Nabi SAW ala tradisional ini ada kutipan jadwal peringatan Maulid untuk daerah Jakarta dan sekitarnya, acaranya biasanya diawali dengan pembacaan zikir (tahlil, tahmid, sholawat), lalu pembacaan riwayat Nabi SAW (Ad Diba'i, Simtud Duror atau Burdah), mawa'idhotul hasanah dari ulama, dan ditutup dengan makan bersama ========================================================================================= JADWAL TABLIGH MAULUD AGUNG
DIKUTIP OLEH MAJLIS ASMA'UL HUSNA ROTIB "SYAMSI SYUMUS", HABIB MUSTAFA ABDULLAH ALAYDRUS
08 April 2007 JAM 15.30 SORE "MAULUD AGUNG" DI HABIB AHMAD BIN ALWI AL HADAD (HABIB KUNCUNG) KALIBATA - JAKARTA SELATAN (SHOLAT ASHAR BERJAMA'AH)
09 APRIL 2007 JAM 09.00 PAGI "MAULUD AGUNG" DI PON-PES AL KHOIROT HABIB NAGIEB BIN SYEKH ABUBAKAR. JL. PENGASINAN BEKASI TIMUR.
09 APRIL 2007 BA'DA ASHAR JAM 16.00 SORE "MAULUD AGUNG" JL. BULU CONDET JAKARTA TIMUR DI KEDIAMAN HABIB HUSIN BIN ALI ALATAS (SHOLAT ASHAR BERJAMA'AH)
10 APRIL 2007 JAM 09.00 PAGI HAUL AL HABIB ALI BIN HUSIN AL ALATAWS DI JL. BULU CONDET JAKARTA TIMUR
10 APRIL 2007 BA'DA MAGHRIB "MAULUD AGUNG" DI KRAMAT EMPANG BOGOR (SHOLAT MAGHRIB BERJAMA'AH)
11 APRIL 2007 JAM 09.00 PAGI HAUL AL HABIB IMAM ABDULLAH BIN MUHSIN ALATAS (KRAMAT EMPANG BOGOR)
11 APRIL 2007 JAM 17.30 SORE ZIARAH KEMAKAM GURU BESAR ISLAM INDONESIA HABIB ALI ALHABSYI KWITANG (SHOLAT MAGHRIB BERJAMA'AH)
12 APRIL 2007 JAM 09.00 PAGI PON-PES AL HAROMAIN JL. GANCENG PONDOK RANGGON CIPAYUNG JAKARTA TIMUR (HABIB HAMID BIN ABDULLAH AL KAF)
12 APRIL 2007 JAM 15.30 SORE "MAULUD AGUNG" "AKHIR KHAMIS" DI MAJLIS TA'LIM HABIB ALI BIN ABDURAHMAN AL HABSYI KWITANG (SHALAT ASHAR BERJAMA'AH)
13 APRIL 2007 JAM 04.30 SUBUH "MAULUD AGUNG" DI MAJLIS TGA'LIM HABIB ALI BIN ABDURAHMAN ASEGAF. JL. TEBET UTARA JAKARTA SELATAN (SHOLAT SUBUH BERJAMA'AH)
13 APRIL 2007 JAM 08.30 PAGI "MAULUD AGUNG" DI DARUL - AITAM (PANTI ASUHAN) K.M. MANSUR TANAH ABANG JAKARTA PUSAT.
14 APRIL 2007 JAM 09.00 PAGI "MAULUD AGUNG" DI MASJID AL HAWI CILILITAN JAKARTA TIMUR
14 APRIL 2007 JAM 12.00 SIANG (SHALAT DZUHUR BERJAMA'AH) "MAULUD AGUNG" DI KEBON NANAS ASSYALAFIAH HABIB HUD BAGIR ALATAS.
15 APRIL 2007 JAM 10.00 PAGI "MAULUD AGUNG" DI MESJID LUAR BATANG DAN ZIARAH KE MAKAM AL HABIB IMAM HUSIN BIN ABU BAKAR ALAYDRUS.
15 APRIL 2007 JAM 15.30 SORE "MAULUD AGUNG" YAYASAN NUSANTARA (HABIB ABDURROHMAN M. ALAYDRUS) JL. BATU AMPAR II/ 37A CONDET - JAKARTA TIMUR (SHALAT ASHAR BERJAMAAH)
16 APRIL 2007 JAM 09.00 PAGI "MAULUD AGUNG" DI MASJID KRAMAT KAMPUNG BANDANG JAKARTA UTARA
16 APRIL 2007 JAM 15.30 SORE "MAULUD AGUNG" SERTA HAUL HABIB SALIM BIN JINDAN JL. OTISTA RAYA (SEBELAH GELANGGANG REMAJA JAKARTA TIMUR).
17 APRIL 2007 JAM 09.30 PAGI "MAULUD AGUNG" DI BULAK KAPAL BEKASI TIMUR MESJID FUTUHAT AT-THOSIAH (HABIB ALWI BIN ABDULLAH AL-ATHAS)
21 APRIL 2007 JAM 09.00 PAGI "MAULUD AGUNG" DI MAJLIS TA'LIM ANNUR. JL. OTISTA TANGERANG KOTA (ALM. HABIB HUSIN BIN ABDULLAH BIN MUHSIN ALATAS)
21 APRIL 2007 JAM 16.30 SORE "MAULUD AGUNG" MAJLIS ZIKIR "SYAMSI SYUMUS" JL. TEBET TIMUR DALAM RAYA NO. 16 JAKARTA SELATAN
22 APRIL 2007 JAM 10.00 PAGI "MAULUD AGUNG" DI CIPAYUNG, HABIB SALIM BIN UMAR BIN HUD ALATAS
29 APRIL 2007 JAM 09.00 PAGI "MAULUD AGUNG" DI YAYASAN AL-FAGHRIYAH, HABIB NOVEL SALIM JINDAN, LARANGAN CILEDUG Ya Nabi salaamun 'alaika, Ya Rasul salaamun 'alaika. Ya habib salaamun 'alaika, Shalawatullohi alaika
Asyroqol badru alainaa, fakhtafat minhul buduru. Mitsla husnik maa ro ainaa. Qoththu yaa wajhas suruuri
Anta syamsun anta badrun. Anta nuurun fauqo nuuri. Anta iksiiruw wa ghoolii. Anta mishbaahush shuduuri. Minggu ini kita sudah memasuki bulan Rabi'ul Awal dalam penanggalan Hijriah, dan di tanggal 12 Rabi'ul Awal kita memperingati hari kelahiran junjungan kita Nabi Besar Sayyidina wa Maulana Muhammad SAW Pada bulan ini dan bulan-bulan berikutnya marak diadakan peringatan Maulid tersebut, ada yang berupa ceramah-ceramah agama, tabligh akbar, dan di setiap daerah biasanya ada kebiasaan tertentu dalam rangka syi'ar, misalnya saja gerebek maulid / sekaten di daerah jawa tengah (keraton solo dan jogjakarta), juga ada tradisi pajang jimat di keraton cirebon, juga di daerah-daerah lain seperti para pemeluk islam waktu telu di daerah lombok memperingatinya dengan tradisi peresean Bagi kaum santri, biasanya pada peringatan maulid ini dibacakan kitab rawi/riwayat Nabi SAW, kitab yang dibaca biasanya adalah Kitab Barzanzi karangan Syekh Ja'far Al Barzanzi, atau Kitab Burdah karangan Imam Bushiri, atau Kitab Ad Diba'i karangan Imam Wajihuddin 'Abdur Rahman bin Muhammad ad Diba'i, dan satu lagi kitab yg biasa dibaca khususnya bagi kalangan Arab/Hadramaut yaitu Kitab Maulid Simtud Duror karangan Al Habib Ali bin Muhammad al Habsyi Di daerah Jakarta sendiri perayaan maulid Nabi SAW biasa dilakukan di setiap kampung oleh Majlis Taklim yg ada di situ, biasanya di bacakan Kitab Maulid Ad Dibai'i atau kitab Maulid Simtud Duror, dan di lanjut dengan ceramah agama dan di akhiri dengan makan bersama berupa nasi kebuli lengkap dengan menggunakan nampan satu nampan utk 3-4 orang, dan di antara pembacaan maulid serta ceramah agama itu juga di selingi dengan kesenian qasidah dan hadrah atau rebana ketimpring, atau kadangkala lengkap dengan satu grup gambus Dan pada saat mahalul qiyam (saat berdiri ketika dibacakan saat kelahiran nabi/marhabanan) selain di iringi tepukan rebana juga dibarengan dengan letusan petasan berukuran besar, bau gaharu yang di bakar dan minyak wangi aroma kesturi yang di semprotkan makin membuat suasana semakin sakral Bagi mereka yang percaya, mereka yakin bahwa pada saat mahalul qiyam itu Baginda Nabi SAW datang menyaksikan umatnya yg mencintainya, sehingga saat-saat mahalul qiyam ini boleh di bilang adalah saat yg paling terasa sakral dalam pembacaan maulid tersebut Setelah pembacaan maulid selesai lalu di tutup dengan pembacaan doa, lalu di susul dengan ceramah agama, dan terakhir sebagai penutup, panitia biasanya menyajikan makanan biasanya berupa nasi kebuli lengkap yang enak sekali di makan di iringi dengan irama qasidah dari grup gambus Perayaan Maulid Nabi SAW adalah suatu tradisi yang baik sekali, terlepas dari segala kontroversi, karena ada yg menyatakan bahwa ini adalah perbuatan bid'ah, bagi yang meyakininya ini adalah suatu bid'ah hasanah, dan sebetulnya tidak usah di perdebatkan lagi, karena ini adalah suatu bentuk tradisi, dan bukanlah upacara ritual keagamaan dalam tradisi ini banyak sekali hikmah yg bisa di petik, selain pembacaan sejarah kelahiran Nabi SAW, dan ceramah agama, acara ini juga menghibur masyarakat dengan kesenian qasidah dan hadrah, juga ada semangat persatuan di masyarakat, silaturahmi dan syi'ar Assalamu ‘alaika Zainal anbiyaa-i. Assalamu ‘alaika atqol atqiyaa-i. Assalamu ‘alaika ashfal ashfiyaa-i. Assalamu ‘alaika azkal azkiyaa-i.
Assalamu ‘alaika mi robbis samaa-i. Assalamu ‘alaika daama bilan qidloo-i. Assalamu ‘alaika ahmadu yaa habiibi. Assalamu ‘alaika yaa miskii wathiibii. Assalamu ‘alaika yaa maahidz dzunuubi. Assalamu ‘alaika yaa ‘aunal ghoriibi.
Assalamu ‘alaika ahmadu yaa Muhammad . Assalamu ‘alaika thoohaa yaa mumajjad. Assalamu ‘alaika Yaa kahfan wamaqshiid. Assalamu ‘alaika Yaa Husnan tafarrod.
Assalamu ‘alaika yaa jaalil kuruubi. Assalamu ‘alaika yaa khoirol anaami. Assalamu ‘alaika Yaa badrot tamaami. Assalamu ‘alaika yaa nuurodh dholaami. "Senja itu ketika matahari turun kedalam jurang-jurangmu aku datang kembali kedalam ribaanmu dalam sepimu dan dalam dinginmu.
Walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan dan aku terima kau dalam keberadaanmu seperti kau terima daku.
Aku cinta padamu Pangrango yang dingin dan sepi sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada hutanmu adalah misteri segala cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta."
mendaki pangrango kali ini agak berbeda dari perjalanan-perjalanan sebelumnya, berbeda karena kali ini kami akan melalui jalur pasir arca langsung menuju lembah mandalawangi gunung pangrango dan di awal-awal perencanaan perjalanan kali ini di warnai intrik-intrik oleh badai jacobs dari australia yang membuat cuaca di indonesia, khususnya di wilayah jakarta bogor menjadi tidak menentu dan cenderung hujan lebat di sertai badai angin dan petir dan di saat-saat terakhir dikala badai jacobs mereda, justru kembali merebak badai silent trip di kalangan begundals yang sampai hari ini masih sulit untuk di cairkan kembali sebenarnya ga ada niat utk silent trip, karena perjalanan ini pun sebelumnya sudah di posting di 7th, tapi kemudian mengerucut sehingga di putuskan untuk memperkecil jumlah peserta, dengan berbagai macam alasan, antara lain mempertimbangkan jalur yg akan dilalui lumayan sulit (jalur banyak tertutup, air sedikit, waktu tempuh lebih dr satu hari utk kepuncak, cuaca hujan deras dll) sehingga di putuskan utk memperkecil jumlah peserta utk mempermudah kordinasinya nanti tapi ternyata hal ini makin memperkeruh keadaan hehehehh...but show must go on...diputuskan utk tetap BERANGKAT!!! kumpul di terminal kp rambutan hari jumat 16 maret 2007 jam 22.00 wib bukan begundal namanya kalo tepat waktu, sampai jam 11 malam belom pada ngumpul semua dan akhirnya jam 11.30 baru lengkap dan jalan dgn mencarter angkot sampai ke desa cisitu kampung pasir muncang, ciawi, gadog, bogor Pasir Arca / Pasir Muncang sekitar jam 1.30 malam sampai di batas aspal di desa pasir muncang, gadog bogor, dari sini kita mengikuti jalan setapak lahan pertanian penduduk dan juga melewati tempat perkuburan jerman, tadinya di putuskan kita mau bermalam tak jauh dari perkuburan ini, tapi karena konon tempatnya agak2 syerem maka kita jalan agak keatas lagi, dan akhirnya menemukan halaman rumah petani yang pas banget utk tempat tidur, akhirnya gelar matras dan sleeping bag, rebahlah mata yg udah redup sejak di angkot carteran tadi Pasir Arca - Bukit 1800 mdpl pagi hari kala matahari baru mulai terbit, beberapa begundal udah mulai menongolkan kepalanya dari balik sleeping bag, ini diluar kebiasaan secara biasanya baru mulai aktivitas kalo matahari udah tinggi, tapi karena ternyata tempat yang kita tidurin semalam itu adalah ruangan tempat para petani menaruh perkakasnya akhirnya pagi-pagi begundal dah pada bangun, soalnya udah ramai lalu lalang petani dan peladang hilir mudik nyari-nyari barangnya di sela-sela begundal yg lagi tidur hehehehh beres berbenah, packing ulang, sarapan dan mulai sok-sok tau mau ngeplot jalur di peta kontur, sekilas bisa diliat kalo jalur yang akan di tempuh hanya melalui satu punggungan sampai nanti ketemu dengan punggungan dari arah pasir datar/pasir pangrango di ketinggian 2500an mdpl dari rencanya jalan jam 8 pagi, akhirnya baru mulai bergerak jam 9 pagi, masih menyusuri lahan pertanian penduduk yg lebar, melewati tempat penimbangan teh, lalu tak lama kemudian jalanan mengecil tinggal jalan setapak dan berbelok ke kiri memasuki kawasan hutan kondisi jalan masih tak terlalu curam, dan mengikuti pipa air paralon, tapi kondisi hutan sudah mulai rapat, sesekali di gunakan tramontina utk membuka jalur yg tertutup alang-alang dengan diselingi ngopi-ngopi dan makan siang, akhirnya bukit 1800mdpl dapat di capai sekitar jam 4.30 sore o ya..karena jalur ini bukan jalur resmi, maka tidak ada pos-pos atau shelter di sepanjang perjalanannya, untuk menandai lokasi biasanya di gunakan panduan dari tanda-tanda di peta kontur, misalnya puncakan 1800 atau puncakan 2500 dan sebagainya di bukit 1800 mdpl ini kita sempet di buat pusing karena tidak ditemukan lokasi air, padahal air merupakan hal yg vital di jalur pasir arca ini, karena setelah bukit 1800 mdpl ini, air baru bisa di dapat di lembah mandalawangi pangrango tapi Pemburu Tua dan Om Bob dengan segudang pengalamannya meyakinkan bahwa air dapat diperoleh esok harinya 1800mdpl - pertigaan pasir pangrango(pasir datar) setelah bersusah payah menerabas lembah cisukabirus disebelah kiri jalur, akhirnya dengan cengiran khas om bob dan nyaring sampai juga di camp dengan membawa air utk persedian hari ini perjalanan hari ini boleh di bilang adalah perjalanan yang terberat, kontur yang menanjak, hutan yang rapat, dan banyaknya jebakan pohon yang mengharuskan kita merayap di bawahnya tak terhitung banyaknya, sehingga pacet (lintah kecil yg suka icip2 darah) yang di awal kehadirannya agak2 menjijikan dan bikin geli, tapi kemudian kita udah pasrah, mau di gigit ampe segemuk apapun gak peduli lagi deh makan siangpun terpaksa dilakukan dilahan yang miring, di tambah hujan lebat dan angin kencang makin menambah susah perjalanan ini, ini nih akibatnya kalo perginya sambil di sumpahin orang hahahahaa :)) dengan medan menanjak, hutan rapat, banyak jalur yg hilang, hujan dan angin, jebakan pohon, pacet dan segudang halangan lainnya akhirnya kita baru sampai di pertigaan pasir arca dengan pasir pangrango jam 5 sore di pertigaan ini medan sudah berubah, karena posisinya berada di igir-igir puncakan, pemandangan dari sini keren bgt, sayang kondisi badan udah lemah, dan angin dingin dari lembah ciheulang di sebelah kanan kita langsung menghajar badan dikejauhan tampak puncakan gunung pangrango, di sebelah kanan terhampar lembah ciheulang yg bisa membawa kita ke arah sukabumi, di sebelah kiri lembah-lembah pangrango Pertigaan Pasir Pangrango - Bukit 2671mdpl - Lembah Mandalawangi di pertigaan pasir arca dengan pasir mandalawangi ini kita sempat berembug apakah perjalanan di teruskan menuju mandalawangi, atau nge camp dulu di sini, karena mempertimbangkan kondisi badan yg udah lemah di hajar hujan dan tanjakan sebelumnya, dan karena udah terlanjur basah (kyk lagu dangdut) akhirnya kita putuskan utk hajar terus ke puncak setelah mendaki dan menuruni tiga bukit, di antaranya bukit 2671mdpl yg viewnya keren top abis apalagi di barengi dengan sinar matahari terbenam dengan hamparan lembah ciheulang dengan jurang-jurangnya, rasanya perasaan capek tuntas deh, tapi sayang gak bisa lama-lama disitu karena anginnya kencang bgt beres tiga bukit, sampailah kita pada saat-saat yg di nantikan, punggungan pangrango, setelah agak santai naik turun di tiga bukit sebelumnya, kembali didepan tanjakan dan hutan rapat, tapi untungnya hujan udah agak mereda, di tengah-tengah jalan inilah gue tepar, masuk angin boow :D, mual-mual, untung aja di tengah jalan ada sedikit kopi panas dan biskuit, cara cepat menghilangkan lapar .. eh masuk angin hehehehh :D setelah di dorong oleh kopi panas dan biskuit, setelah beberapa jam mendaki punggungan pangrango ini, jalanan yg curam dan menanjak pun berganti dengan mendatar dan menurun, dan tak lama kemudian terhamparlah lembah mandalawangi dengan hamparan eidelweisnya, kita sampe sekitar jam 9 malam, jadi sekitar 3 jam dari pertigaan pasir datar tadi (normalnya katanya 2 jam...maklum dengkul tuwo :D) sampe langsung buka tenda, sementara yg lain pada makan, gw langsung masuk tenda rebahan sambil maksain makan sedikit roti sambil huek-huek karena masuk angin :D :D :D Lembah Mandalawangi - Gegerbentang pagi hari yang cerah di mandalawangi, sinar matahari hangat-hangat langsung di gunakan utk menjemur segala yg basah kena hujan kemarin makan-makan, membereskan panggilan alam di sela-sela pepohonan, dan ke enakan leyeh-leyeh seperti biasa, rencana start turun dari mandalawangi menuju gegerbentang molor dari jam 8 pagi, jam 9 pagi pagi dan akhirnya baru tereralisir turun jam 11 siang ;) perjalanan turun kali ini, seperti perjalanan naiknya juga melewati trek yg tidak biasa, yaitu melewati jalur gegerbentang melalui sisi utara lembah mandalangi, kita menuruni punggungan pangrango melewati batu cadas, di sini kita bisa mengambil air di sungai kecil lalu kembali menuruni satu punggungan menuju geger bentang, perjalanan turun kali ini agak-agak mulus tanpa di hajar hujan, dengan kondisi jalan yg juga enak, cuma sesekali jalur buntu karena pohon tumbang atau semak2 yg rapat, dan pada saat mendaki puncak geger bentang, ada halangan yg bikin bete, yaitu hutan rotan yg rapat, durinya itu loh, sangat menghambat, beberapa coverbag termasuk coverbag gue jadi korban robek kesangkut durinya, dan di lembah-lembah yg lembab pacet juga menggila, tapi tidak seperti awal-awalnya, kali ini mah mau pacet ada berapa yg nempel juga dah bodo amat deh view-view menarik dijumpai dispot-spot sebelum puncak gegerbentang, pemandangan di sebelah kiri jalan (barat) gunung salak dikejauhan, puncak pangrango dibelakang, gunung mas, lembah-lembah dicisarua dan puncak, dan seperti hari kemarin, kita sampai di puncak gegerbentang tepat di waktu matahari tenggelam dengan mempertimbangkan waktu, rencana sebelumnya mau turun lewat hotel puncak pass (bts), akhirnya belok kanan turun langsung menuju cibodas turun dari puncak gegerbentang ke cibodas ternyata sangat dasyat...gak kebayang deh kalo harus naik dan Alhamdulillah akhirnya jam 9 malam sampai juga kita di tempat yg dinanti-nantikan, tempat makan di cibodas, langsung telp istri kasih kabar ;), pesen teh botol dua botol sekali teguk, pesen nasi panas hajar langsung hehehehh "Malam itu ketika dingin dan kebisuan menyelimuti Mandalawangi kau datang kembali dan berbicara padaku tentang kehampaan semua.
Hidup adalah soal keberanian menghadapi yang tanda tanya tanpa kita mengerti tanpa kita bisa menawar terimalah dan hadapilah.
Dan diantara ransel-ransel kosong dan api unggun yang membara aku terima itu semua melampaui batas-batas hutanmu melampaui batas-batas jurangmu.
Aku cinta padamu Pangrango karena aku cinta pada keberanian hidup."
'Soe Hok Gie'
*************************** thx God atas kesempatan yg telah diberikan thx untuk istri tercinta yg agak-agak ngambek di tinggal saat hamil menginjak 7 bulan maafkan kelakuan suamimu ini yg ga tau diri dan moga-moga kamu sabar menghadapinya yah ihik ihik thx utk begundal yg go ahead walau badai menerpa (pemburu tua, bob W, bunda, hwarakaduh, truwelu,cupix,kisunu,nyaring) thx utk begundal yg lain, sori dimori kalo trip kali ini diwarnai badai :) note : posting ini adalah sekedar catatan perjalanan, tidak disarankan menggunakannya sebagai bekal utk mendaki melalui jalur ini, silahkan menghubungi instasi yg berwewenang Forum Pelestari Pencak Silat Tradisional Indonesia
Silat adalah olahraga beladiri tradisional Indonesia yang sampai hari ini masih eksis perkembangannya hingga kemancanagera. Walupun perkembangannya di negeri ini kurang begitu menggembirakan akan tetapi semangat para pecintanya tetap berupaya agar olahraga ini tetap lestari.
Forum Pecinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia (FP2TS) adalah sebuah wadah yang terbuka khususnya bagi para pecinta maupun penghobi dalam menyalurkan Apresiasi dan wacana dalam mengembangkan olahraga bangsa ini.
Forum ini berdiri sejak 10 Juni 2006, Bertempat di Padepokan Pencak Silat Indonesia, Jakarta Timur, dengan nama "Forum Pencinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia" Sejak itu, berbagai program digulirkan, antara lain, pemetaan dan dokumentasi beberapa perguruan silat tradisi yang ada di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi melalui situs silatindonesia.com dan Koran Tempo serta promosi dan pengenalan silat tradisional kepada generasi muda melalui seminar ataupun diskusi.
Forum juga memfasilitasi latihan di padepokan silat, yakni Cingkrik Goning (Sabtu pagi), Cikalong (Sabtu siang), dan Aliran Sabeni (Sabtu sore), serta Paseban Lama (Sabtu malam di Kalimulya, Depok).
Acara rutin yang tak kalah menariknya adalah diskusi bulanan yang telah berjalan sejak awal Tahun 2007 ini, acara tersebut pada bulan Januari lalu adalah :
1. Aikido dan silat Cikalong ( Januari 2007)
2. Silat Cingrik "Goning" (Februari 2007)
Pada Bulan Maret ini rencananya adalah Gerak Badan "Margaluyu" yang akan diselenggarakan pada :
Hari : Sabtu/17 Maret 2007
Jam : 13.00 WIB
Pembicara : Bapak Bambang (Aliran Margaluyu)
Tempat /Lokasi : Gedung Hidro Jalan Dewi Sartika 199B (samping rumah sakit budi Asih)
Agenda :
1. Sejarah Aliran Margaluyu;
2. Falsafah/jurus2nya;
3. Peragaan Jurus/aplikasi;
4. Diskusi bebas.
Bagi rekan-rekan yang ingin ikut dalam kegiatan diskusi bulanan ini tidak di punggut biaya, (kecuali Konsumsi). Untuk informasi pendafaran silahkan kontak kami melalui e-mail di silatindonesia@... .
mungkin agak-agak udah basi...filmnya dah lewat kapan tau...tapi baru dapet teksnya nih :D
kalo elo lagi santai-santai di sore hari sebelum pulang kerja..atau justru kerjaan lagi gila-gilaan loadnya di hari senin siang....silahkan dengerin lagu mellow ini....pake earphone...nyender di kursi sambil di goyang-goyang.....hhhmmmm....
Pergi Tanpa Pesan – SORE OST Berbagi Suami
Jauh perjalanan mencari intan pujaan Aduhai…di mana puan mengapa pergi tanpa pamitan
Lembah kuturuni Bukit nan tinggi ku daki Aduhai...tak kunjung jumpa Mengapa hilang tak tentu rimba
Laut...hempaskanku padanya Bintang...tunjukkan arah Oh angin...bisikkanlah di mana dia
Hati cemas bimbang Harapan timbul tenggelam Aduhai...permata hati Mungkinkah kelak berjumpa lagi
Oh angin...bisikkanlah di mana dia Hati cemas bimbang Harapan timbul tenggelam Aduhai...permata hati Mungkinkah kelak bersua lagi  Jumat, 15 April 2006
Epilog
Ada saat mendaki ada saat menurun,
ada saat mendaki gunung, ada saat berenang di pantai,
ada saat mendaki rinjani, ada saat menikmati gili trawangan :p
Beres leyeh2 di senaru, segera pesan mobil utk di carter sampe bangsal, pelabuhan yang akan mengantar ke gili-gilian di lombok ini
Acara di gili trawangan ini seakan menjadi penutup segala kemudahan yang di berikan kepada tim rinjani kali ini
Gue sangat bersyukur atas segala kemudahan yg diberikan Sang Maha Pencipta, dari awal sampai akhir perjalanan ini
Terimakasih buat Nita dan Rizal serta keluarga di Lombok yg udah mau susah2 nerima kita begundal yang gak pernah malu-malu tapi langsung malu-maluin ini
Spesial terima kasih juga buat para porter yg udaj bikin perjalanan jadi jauh lebih santai…walaupun jadi bikin kita-kita jadi agak males bergerak…:p
Dan juga buat semua teman-teman seperjalanan (archa, bagus, cupik, rajak, siska), teman di perjalanan (joe, aris, temennya joe, mikel, temen2nya mikel, temen cengkareng, temen pandeglang, dll), teman di rumah, di pasfes dan di mana aja
**********
"Close your eyes and begin to relax.
Take a deep breath, and let it out slowly.
Concentrate on your breathing.
With each breath you become more relaxed.
Imagine a brilliant white light above you,
focusing on this light as it flows through your body.
Allow yourself to drift off as you fall deeper and
deeper into a more relaxed state of mind.
Now as I count back from ten to one,
you will feel more peaceful, and calm.
Ten. Nine. Eight. Seven. Six.
You will enter a safe place where nothing can harm you.
Five. Four. Three. Two.
If at any time you need to come back,
all you must do is open your eyes. One."
 
Kamis, 13 April 2006
Danau Segara Anak – Plawangan Senaru
Pagi-pagi masih di isi oleh leyeh-leyeh dan males-malesan….lalu agak siang dikit baru deh sibuk bongkar tenda dan siap-siap packing ulang
Dan perjalanan kita lanjutkan dengan memutari pinggiran danau melengati gunung sangkareang, dan menuju kaki bukit pelawangan senaru
Perjalanan dari bawah danau menuju puncak pelawangan senaru sukar dilukaiskan dengan kata-kata deh, selain pemandangannya yg indah, dan juga jalurnya yang oke punya…hehehehhh….
Dengan kecepatan lambat begundal baru bisa mencapai pelawangan senaru sekitar jam 2 siang
Plawangan Senaru – Pos 4
Dari pelawangan senaru kita berjalan turun dengan hamparan bukit padang rumput, yang lagi=lagi viewnya keren abis, setelah turunan yg agak curam, sampailah di pos 4, dengan baju yg agak basah karena sedikit hujan, di pos ini ternyata telah menunggu mas-mas porter yg juga telah berbaik hati menunggu kita lengkap dengan nasi dan indomienya….hhhmmm…mantab bgt bos
Pos 4 – Pos 3 (Mondokan Lokang)
Perjalanan pos 4 ke pos 3 tiga sudah memulai memasuki hutan alam, berbeda dengan jalur sembalun, jalur senaru memang tidak melewati padang ilalang yang terbuka, nelainkan melewati hutan alam yg cukup lebat cirri khas hutan tropik basah Indonesia
Pos 3 ( Mondokan Lokang) – Pos 2 (Montong Satas)
Perjalanan Pos 3 ke Pos 2 ini pun masih sama kondisi alamnya seperti sebelumnya, Cuma pada saat kita melewati jalur ini keadaan sudah malam, dan malam jumat tanggal 13 di tambah dengan purnama yg udah full purnama sedikit membuat perjalanan jadi agak iseng, maka perjalanan pun sedikit di percepat
Sekitar 1,5 jam berjalan kita sampai di Pos 2, di pos ini udah ada beberapa penduduk local yg katanya hendak memancing di danau
Pos 2 (Montong Satas) – Pintu Gerbang Rinjani
Hari sudah lumayan malam sekitar jam 8 lebih ketika kita meninggalkan pos 2, dan perjalan kita lanjutkan dengan tujuan langsung ke pintu gerbang rinjani, dengan menghindari utk beristirahat di Pos 1, karena konon kabarnya Pos 1 itu agak2 horor gitu lohhh….kondisi yg udah capek, malam hari, senter kurang, malam jum’at, tanggal 13, bulan purnama penuh pula….huhuhuuuu….:p
Maka dengan inisiatif ala ibu tiri, archa pun segera menuntun enci, yg biasanya selalu di gandeng rajak…dengan ibu tiri full mode archa segera bisa membantu pergerakan menjadi lebih cepat….terbukti enci yg selama di gandeng rajak sebentar2 istirahat, setelah di gandeng archa dengan ajaib segera sembuh dan bisa jalan lama tanpa berhenti …hehehhh…:p
Setelah cukup lama berjalan, sampailah di pos bayangan (sebelum Pos 1), dan ternyata di pos bayangan itu mas-mas porter berinisiatif utk nungguin kita, enggak tau deh, mereka yang takut lewat pos 1 sehingga mau barengan dengan kita, atau kita yg takut sehingga mereka mau nungguin kita…hehehee….
Dengan rombongan yg sudah bertambah dengan tiga orang porter, perjalanan dilanjutkan, dan kita pun melalui pos 1 tanpa istirahat di situ, dan memang kondisi di pos 1 itu agak2 horor karena kita akan melewati pohon beringin yang seakan2 mengangkangi kita (Bunut Ngengkang = Pos 1)….huhuhuu…syerem juga yeee…>:)
Sekitar satu jam dari Pos 1 sampai juga deh kita di Pintu Gerbang Rinjani, disini kita ngopi2 dan ngoca cola dulu setelah sebelomnya mengetuk-2 pintu ibu warung, yang ternyata bahasa lombok utk ibu itu adalah IPU, jadi Cuma beda B jadi P doang…padahal archa udah minta tolong penerjemah tuh…:p
Kita sampe di Rinjani Trek Center sekitar jam 12 malam, begitu sampai di RTC di lapangan orang2 desa baru aja turun dari mobil abis nonton peresean, salah satu acara dalam memperingati mauled nabi SAW di desa bayan
Ini boleh dibilang adalah satu-satunya rencana yg gagal dalam trip rinjani kali ini, yaitu wisata budaya menyaksikan acara mauled adat islam watu telu, salah satunya adalah peresean, yaitu acara perang-perangan dengan menggunakan rotan
Sayang sekali kita sampe bawah kemaleman, kalo sampe kita juga sempat menyaksikan acara mauled adat ini, maka boleh di bilang perjalanan ini sempurna buat gue, ga ada celanya….tapi secara keseluruhan so far too smooth laaahhh….:p
Acara malam jum’at ini di akhiri dengan makan-makan ayam di rumah makan kenalan Nita di desa senaru, dan lanjut atur posisi bobo-bobo :-)
Disini pula kita berpisah dengan porter-porter kesayangan archa, tengkyu ya udin, herman, dan yg satu lagi gue lupa namanya
Malamnya gue coba utk memejamkan mata, puas udah turun dengan selamat, dan tau-tau udah ga sadar diri…….
  Selasa, 11 April 2006
“If I die tomorrow
I'd be all right
Because I believe
That after we're gone
The spirit carries on”
Summit Attack
Kombinasi alarm kukuryuk ucup, alarm spiral mode gue, kentut bagus, dan entah bunyi ngorok siapa, akhirmnya begundal sukses bangun di pagi buta hari selasa dini hari itu.
Ditemani angin yang lumayan kencang, semua sibuk mempersiapkan peralatan buat muncak nanti, setelah sedikit sarapan dan mempersiapkan bekal buat perjalanan ini, sekitar pikul 2.30 dini hari itu kami semua berdoa dengan pimpinan bapa rajak dengan bahasa inggrisnya yg agak2 ngaco itu :p
Perjalanan menuju puncak dari plawangan dimulai dengan mendaki puncakan igir-igir kaldera rinjani, dengan jalur yang nyaris 45 derajat dan bahkan kadang nyaris vertical, dengan jurang yang siap menunggu di kanan atau di kiri kita.
Hampir dua jam waktu yang diperlukan untk sampai ke gigiran kaldera ini, dimana terdapat pal (balok semen penanda), tapi gue lupa, itu pal 12 atau pal 25 yah???? :-?
Begundal bergerak dengan sangat pelan, apalagi dengan kondisi enci yang kakinya sakit, dan dengan penuh kesabaran sang rajak pun menemani sang putrid berkawan dengan bulan purnama….cieeeehhh…bakalan nambah satu daftar lagi nih yang bakal curhat di pasfes sehubungan dengan elo Jak…hahahahhh….
Setelah melewati pal semen, track berbelok ke kiri menyusuri puncakan igir-igir kaldera rinjani, perjalanan memasuki medan berpasir, di sini enci udah minta di tinggal, biar enggak terlalu bikin lama perjalanan, tapi di sepakati kalo enci akan di tinggal kalo matahari udah kelihatan, dan kalo ada tempat berlindung dari angin.
O ya, ga lama setelah berjalan, kalo ga salah di sekitar puncak bayangan yang pertama, archa hampir aja bikin cerita yang tak terlupakan, dengan kondisinya yg ga pake kaca mata, dan senter yang meredup, archa hampir aja nyebur ke danau duluan, jarak antara ujung jempol kakinya dengan pinggiran jurang Cuma berjarak nyaris sekitar 30 cm, selangkah lagi say good bye to you Cha….gue yang ada tepat dibelakangnya langsung teriak histeris, nyuruh archa berenti, jgn bergerak dulu, dan supaya jalan pelan-pelan mundur kebelakang, dan karena nyala senter gue juga ga terlalu terang maka gue pun teriak2 manggil ucup dengan senter gede di jidatnya , nyuruh supaya balik arah dan nuntun kita bareng-bareng dengan lampu neonnya itu….fffuuiiihhh…nyaris aja…
Di tengah perjalanan, matahari mulai menampakan sinarnya, dan si enci pun udah di tinggal di belakang, di sela-sela bebatuan, sementara puncak sejati masih enggan menampakan dirinya, yang ada Cuma puncak palsu lagiii….puncak palsu lagiiiii……
Posisi terakhir menjelang puncak adalah rajak yang setelah meninggalkan pasangan setianya di bawah langsung melesat ke urutan pertama, lalu di ikuti nita, pendaki lombok yg ga ada matinya, di ikuti archa, lalu bagus, dan ucup yg masih sibuk aja motret-motret, finally seperti biasa tim underdog di urutan buncit adalah gue …hehehhhh
Perjalanan menuju puncak rinjani ini gue akui sebagai salah satu trek yg lumayan bikin ngeri, karena jalan yg menanjak, lebar jalan yang rata2 Cuma semester setengah, dengan kiri kanan jurang yg ga tau dalamnya segimana, ditambah factor psikologis puncak yg keliatannya makin jauh aza ga nyampe-nyampe….dan lagi jalannya yang berupa pasir, dua tiga kali melangkah di sensor satu dua kali
Dan sekitar dua puluh meter sebelum puncak, inilah jalur yg paling serem…..dengan jalan agak menanjak, selebar CUMA setengah meter, kanan kiri jurang yang entah dimana dasarnya…dan kondisi jalur yg berupa kerikil-kerikil….waduhh…..sekali kepeleset wasalam nih….di trek ini gue jalan pelan-pelan banget….dan selepas jalur ini…sampailah kita di saat-saat yang berbahagia….hehehehhhh….puncak rinjani man….:p
Puncak rinjani adalah bagian tertinggi dari kaldera rinjani itu sendiri, dari sini kelihatan gunung tambora, gunung agung, samudra Indonesia, selat lombok. Puncaknya sendiri ga terlalu besar, kira2 Cuma bisa memuat 10-15 orang.
Di puncak begundal udah sibuk foto-foto dan ngeluarin koncian masing-masing, salah satunya adalah jelly yang enak banget bikin seger tenggorokan, sayangnya kopi yg gue bawa di termos ternyata bukanlah kopi yg di kasih gula…melainkan kebalikannya…gula yg di kasih sedikit kopi :p. seperti biasa sesi yang utama adalah foto-foto….langsung buka jaket, buka kupluk, langsung bergaya dengan kaos begundal :D, sedikit nahan dingin angin, yang penting gaya, dan tak lupa pose dengan bendera ultah milis, yang sempet2nya di bikin archa sehari sebelum hari H, dan karena ga ada tim lain selain kita, maka di puncak ga ada foto2 yg komplit menampilkan semua tim, soalnya salah satu musti jadi fotografer, kecuali rajak yg selalu di foto karena tangannya kena keram akut kalo di paksa buat motret :p
Puas foto-foto dan sedikit ngemil, kita semua pun siap-siap turun. Perjalanan turun memang gak secapek naik, karena nafas ga ngos-ngosan…yg penting stamina dengkul harus istimewa….tapi khusus buat gue dan bagus, turun dari puncak melewati jembatan setan (jalur yg Cuma ½ meter itu) musti pake cara khusus, yaitu dengan bantuan tenaga pantat…hehehhh….ngeri men….kepleset dikit tinggal kentut doang gue :p
Diperjalanan turun ini adalah salah satu saat yang paling istimewa buat archa, karena ga jauh dari puncak, di sela bebatuan beliau telah menandakan daerah kekuasaan yang di tandai dengan batu bersusun di sela2 lekukan tebing…ada tanda apakah di balik batu bertumpuk itu???? Hanya pasir dan pantat yang mengetahuinya ..hehehehh…:p
Dan sampai hari itu ramalan oom yahoo terbukti akurat…ramalan mengatakan baru pada hari selasa daerah mataram di landa hujan yg tdk begitu besar….dan terbukti…ga jauh sebelum pal semen penunjuk arah turun dari puncak, hujan turun dengan malu-malu tapi lambat laun jadi malu-maluin….raincoat yg dipakai tak kuasa menahan air…dengan langkah agak tergapai kita melangkah turun dengan perlahan
Dan ga jauh sebelum camp, seorang porter telah menunggu kita, rupanya beliau khawatir karena bundanya belum turun juga dari puncak padahal hari hujan, dan teman dari highcamp joe dan seorang kawannya lagi telah berbaik hati menjemput bola dengan secangkir teh manis hangat…hhhmmmm…thanks man….top bgt deh tehnya….J
Sampay di camp hujan telah sedikit reda, dan karena badan masih capek dan mata jadi ngantuk, diputuskan bahwa rencana ke danau di tunda sampai besok pagi….dan semalam lagi camp di plawangan….
Beres makan-makan, memenuhi panggilan alam, dan sedikit cela-cela sambil mikirin keakuratan om yahoo di mataram, dan kemungkinan keakuratan oom yahoo di baderan…sekali lagi kita pun memikirkan nasib teman-2 di baderan, yang menurut oom yahoo dilanda badai setiap harinya….huhuhuu…..tim rinjani so far too smooth :p
Rabu, 12 April 2006
Plawangan Sembalun – Danau Segara Anak
Bangun pagi dengan hati riang, langsung mencari posisi yg cocok utk mengintip sunrise, rasanya mau berapa rol film pun bisa cepat habis deh disini :p
Ga lupa pose ala begundal, dan pemotretan pagi ini pun di akhiri dengan edisi menghadap alam dibalik batu dan rerumputan dengan bekal tisu basah
Beres makan makan pagi dan bongkar tenda, lalu packing ulang, rombongan siap2 menuju danau segara anak
Perjalanan turun kedanau dimulai dengan melipiri kaldera sebelah dalam danau segara anak, treknya lumayan juga, nyaris tegak lurus dan hampir tanpa bonus, dan seperti biasa selalu melipiri lereng dengan jurang terjal di kanan atau dikiri jalur
Setelah sampai di bagian bawah, baru perjalanan agak mendatar menuju tepian danau, sepanjang perjalanan turun kedanau ini, seperti biasanya selalu terhampar pemandangan yang luar biasa indah…kayaknya di rinjani ini ga ada view yg biasa-biasa aja deh, semuanya bagus
Sekitar jam 2 siang kita sudah sampai di danau, perjalanan dari plawangan sembalun kedanau kita tempuh dalam waktu kira2 4 jam
Sampai di danau langsung buka tenda dan nyiapin alat pancing, dan nyoba sebentaran ngelempar kail ketengah danau, tapi akhirnya pesimis, karena menurut pemancing local yg ada disitu mereka seharian ini belum dapat ikan….dan akhirnya bunda archa dengan inisiatif yg tinggi langsung ngeluarin alat pancing muktahir yg berbentuk lembaran dari dompetnya, dan dapatlah 4 ekor ikan carper yang gede-gede bgt, terima beres include dibakar, tinggal makan ajah …hehehh…
Karena ga ada yg mau diajak utk mengeksplore goa susu, dan air panas yg udah kelelep limpahan air danau, maka kita menghabiskan waktu di danau dengan leyeh-leyeh…..pokoknya asik banget da ahhh
Sehabis makan malam, acara dilanjutkan dengan pembukaan kardus kue keramat yg tdk boleh dibuka semenjak perjalanan dimulai….setelah dibuka ternyata kue nya masih layak makan….dan acara tiup lilin ultah archa dan milis pangrango pun dimulai…happy birthday to you…J
  minggu, 9 April 2006
minggu pagi agak-agak siang…begundal baru pada sadar lokasi….masih bertebaran di ruang tamu dan saung rumah nita, hehehh....langsung ngopi….packing ulang….sarapan….langsung deh naik elf carteran yg udah stand by sejak begundal masih pada molor…..
tujuan hari ini adalah desa sembalun yg merupakan desa terkakhir yang merupakan tempat pendaftaran pendakian rinjani.
Sampai di sembalun hari sudah siang, dan ternyata di lokasi sepi, karena saat itu bukan merupakan musim pendakian…bahkan warung nasi utk makan siang pun gak dijumpai disitu…keadaannya beda kalo sedang musim pendakian (juni-september), di desa sembalun ini ramai oleh warung dan home stay.
Selesai beres2 urusan administrasi, urus jasa porter, itung-itungan logistic lagi…sekitar jam 3 sore begundal siap-siap trkking dengan tujuan hari ini adalah Pos 3 Pada Balong
Pos pendaftaran – Pos 1 (pemantauan)
Di etape pertama ini jalan masih mendatar, dan di dominasi oleh padang rumput dan ilalang, sesekali rinjani menampakan puncaknya di sela-sela awan.
Selama perjalanan kita akan melalui banyak sekali jembatan…konon kabarnya jembatan ini dibangun karena di tahun 80an ada pejabat yang akan mendaki gunung rinjani…sehingga utk mempersingkat waktu di bangunlah jembatan-jembatan agar bisa dilalui oleh kendaraan jip
Selama perjalanan gue terkesan bgt dengan pemandangannya yg begitu terbuka, sekali lagi keberuntungan hinggap di begundal yg melalui jalur ini di sore hari sehingga tdk kena sengatan matahari yg udah pasti bikin lemas kalo perjalanan dilakukan siang hari
Sebaliknya kalo perjalanan dilakukan sore hari, pemandangannya menganggumkan, apalagi pada saat menjelang pos 1 (pemantauan) adalah saat ketika matahari tenggelam, sunset di pos 1 tak terlupakan
Oya..jalur dari pos pendaftaran ke pos 1 ini lumayan panjang, kalo sore menjelang magrib sih asik-asik aja dan pemandangannya bagus bgt, tapi kalo jaannya siang hari gat au deh terik mataharinya kyk apa karena sama sekali ga ada tempat berteduh
Pos 1 (pemantauan) – Pos 2 (tengengean)
Sehabis magrib perjalanan di lanjutkan….dan sempet dongkol juga karena pancingan gue ketinggalan sewaktu istirahat di pos 1, jadilah gue balik lagi sendirian ke pos 1 utk ambil itu pancingan, sementara yg lain jalan pelan2 ke pos 2
Pos 1 ke pos 2 juga masih di dominasi ilalang dan padang rumput, dan juga melewati jembatan, ga terlalu lama berjalan, akhirnya sampailah di pos 2 (tengengean), yaitu sebuah jembatan yg di bawahnya ada pos/shelter tempat istirahat dan mata air
Sampai di pos 2 ini ternyata nita yg udah sampai duluan dan para porter udah buka tenda dan nyiapin makanan, akhirnya tujuan hari ini di revisi dan kita putuskan utk buka camp di pos 2
Dan inilah perjalanan mendaki gue yang pertama kali yg asik banget….begitu sampe pos…ga usah sibuk-subuk buka tenda, tenda udah di diriin porter, ga usah sibuk2 cari air, lalu sibuk2 masak….karena semua udah di akomodir sama mas-mas porter…hehehehhhh….so far too smooth nihhh……baru kali ini ada ceritanya begundal bingung mau ngerjain apa lagi…soalnya begitu sampe semua udah beres…..akhirnya Cuma duduk-duduk bingung sambil ketawa-ketawa ngebayangin betapa enaknya cape-cape udah di sediain makanan enak..hehehehh…
Abis makan sampe kenyang dengan nasi yg pas bgt masaknya…..langsung datang sepiring pencuci mulut, nanas manis plus garam…..AAAGGGHHH TIIDAAAKKKK….CUKUUPP…terlalu Indah pendakiannya niiihhhh..sampe speechless tak bisa berkata apa-apa lagi...hehehehhh...:p
Abis makan kenyang tanpa repot2 masak, cuci piring, ambil air dan buka2 tenda, akhirnya begundal langsung lupa sekeliling dan ambil posisi masing-masing
Senin, 10 April 2006
Pos 2 (tengengean) – Pos 3 (pada balong)
Setelah puas tidur, pagi2 begundal udah mulai sadar akan teriakan biologisnya masing-masing, langsung grasak-grusuk cari tissue basah, dan memenuhi panggilan alam dengan di temani rumput liar, embun pagi, dan matahari yang mulai memandang
Sedikit cepret-cepret sunrise yang Indah banget dari pos tengengean ini, dan puncak rinjani yg jelas banget di kejauhan, bakat narsisme pun bermunculan
Beres potret-potret dan menimbun sisa olahan semalam disela rerumputan, begundal langsung di suguhi sarapan pagi…..hiks…betapa indahnya….sambil mengenan rekan-rekan lain yang mungkin sedang menghadapi hujan badai di argopuro…sambil makan pagi….kita pun mengenang kalian semua tim argopuro….hehehehhh….>:)
Beres menghabiskan sarapan yg porsinya udah kayak lunch itu, kita pun siap-siap lagi….packing ulang…dan jangan sampai pancingan ketinggalan lagi…hehehh….
Tujuan kita hari ini adalah plawangan sembalun, tempat dimana kita akan camp nanti malam.
Perjalanan dari pos 2 tengengean ke pos 3 pada balong tidak terlalu jauh, masih melewati vegetasi ilalang dan rerumputan, dan jalan yang kadang mendaki dan kadang menurun, dan juga masih di lewati beberapa buah jembatan
Tak lama kemudian sampailah kita di sebuah sungai bekas aliran lahar, di seberang sungai lahar inilah pos 3 pada balong berada, berupa pondokan seng, tanpa dinding dan tanpa lantai, tapi cukuplah buat ngadem, karena treknya masih berupa padang rumput terbuka
Di pos pada balong ini, saudara tua kita yg berbulu abu-abu sudah mulai di temui :)
Pos 3 (Pada Balong) – Plawangan Sembalun
Dari pos 3 ini kita akan di hadapkan pada dua pilihan jalur, melewati bukit penyesalan, atau bukit penderitaan.
Hehehh..sesuai namanya bukit penyesalan kita akan melewati beberapa buah bukit, walaupun dengan jalur yang memutar sehingga kita tdk menhgadapi jalur yg sangat terjal, tapi di tengah2 jalan kita akan menyesal sesuai namanya kenapa memilih jalur ini :p
Sedangkan jalur penderitaan, sesuai namanya, jalur ini langsung memaksa kaki kita melangkah ke pijakan yg tinggi, karena jalurnya langsung mengarah ke atas, tanpa harus mutar-mutar, sehingga cocok disebut jalur penderitaan, karena memang jalurnya cukup membuat menderita pelalunya >:)
Karena udah biasa menderita, dan tidak terbiasa menyesal :p, maka begundal memilih jalur penderitaan, dan setelah sedikit menderita, agak-agak sore begundal sampai juga di plawangan, penderitaan cukup terobati dengan pemandangan di plawangan.
Di puncak plawangan ini juga bertemu dengan jalur penyesalan, plawangan sembalun ini merupakan bagian dari gigir kaldera rinjani purba, yang kawahnya sekarang sudah berubah menjadi danau segara anak. Dari pelawangan sembalun ini jalur pendakian terus menerus mengikuti gigiran kaldera, sampai ke bagian tertingginya yg merupakan puncak rinjani, yang merupakan puncak tertinggi dari kaldera rinjani
++++++++
Speaking about pelawangan, ini berasal dari kata lawang, bahasa jawa dan mungkin juga di lombok ini yg berarti pintu, kalo secara mistis mungkin ini adalah pintu gerbang menuju dunia mistis, tapi buat yang rasional ini adalah pintu gerbang sebelum menuju puncak, makanya banyak gunung di jawa sampai lombok ada daerah yang di namakan plawangan di suatu tempat sebelum puncaknya
++++++++
dari plawangan ini kita turun sedkiti ke cemoro tunggal sebagi tempat camp nanti malam.
Kebetulan yang merupakan bagian dari keberuntungan trip begundal kali ini adalah bahwa saat itu tgl 10 april adalah bertepatan dengan 12 rabiul awal penanggalan arab, yg merupakan hari maulid kelahiran nabi SAW, dan yg lebih penting bagi begundal saat itu adalah bulan hampir purnama, almost fullmoon (bulan purnama pada tgl 15 kalender arab)
Indahnya almost fullmoon di pelawangan sembalun, dengan background gigir puncak rinjani, dan danau segara anak di sebalah bawah, wahh....ga bisa di ungkapkan kata-kata deh....boleh tanya siska aka enci utk hal yg satu ini, beliau sampe tersedu2 menikmati obrolannya dengan Tuhan dalam suasanan seperti ini :)
"Where did we come from?
Why are we here?
Where do we go when we die?
What lies beyond
And what lay before?
Is anything certain in life?
I used to be frightened of dying
I used to think death was the end
But that was before
I'm not scared anymore
I know that my soul will transcend"
**********
 jum’at, 7 April 2006
hari jumat ini gue ngebut kerja, sejjak seminggu sebelumnya juga udah sebagian kerjaan bulanan yg gue cicil kerjaannya, dan pasa sore jumat ini hamper semua kerjaan yang harus dikasih ke bos udah gue kerjain…sambil sedikit nitip kerjaan ke teman untuk ngelapor Spt ke kantor pajak pada hari selasa pada saat gue cuti
pada waktu mau beres-beres siap untk berangkat…tiba2 yani sang sekretaris bikin pengumuman meeting yang akan di laksanakan jam 19.00….gedubrak…..gue langsung pucat pasi…soalnya gue pas baru aja matiin computer siap-2 cabut…..alhasil gue ngumpet-ngumpet kabur lewat pintu belakang sambil nitip pesan ke temen kalo gue udah pulang…fffuuiihhh…untung aja bisa ngilang…kalo sampe ikutan meeting….gue bisa ketinggalan kereta nih….:)
karena gedung kantor gue gak memungkinkan utk bawa-bawa ransel gede, maka ortu gue pun berbaik hati mau nganterin ransel gue dari rumah sampe gambir…sekalian jemput adik gue yg kerja di sekitar kuningan….maka dengan di anter oleh rombongan keluarga gue pun nyampe di stasiun gambir….betapa keluarga yang bahagia…..hehehehhh…:p
sampe gambir ternyata bagus sang trainmate gue belom dateng, dan malah dia ngabari kalo dia bawa temen satu lagi yg pengen ikut dia ke argopuro...wah asik nih piker gue…berarti nambah satu temen ngobrol lagi di kereta
ternyata punya ternyata….kereta yg dinaikin fransiska (temennya bagus itu) ga sama dengan kereta gue dan bagus, dia dapet kereta tambahan yg nota bene jalan sejam setelah kereta biasa, pikir punya pikir akhirnya gue dan fransisa tukeran tiket, dia naik kereta argolawu pertama bareng bagus dan gue naik argolawu tambahan sejam kemudian…dan jadilah gue single fighter sepanjang jkt – sby
dan tak lupa sebelum perpisahan gue dengan bagus-siska, gue pun sempet nyetanin mereka berdua agar belok ke rinjani….hehehehhh…:p
sepanjang perjalanan jkt – sby kyk nya ga ada yang perlu di certain…soalnya di sebelah gue Cuma ada seorang ibu beserta anak-anak dan suaminya yang udah pasti gak bisa dikecengin hehehhh … so gue lalui malam itu dengan tidur azaaa….:)
sabtu, 8 april 2006
setelah perjalanan yang membosankan dan lama dan kereta eksekutif yg kondisinya menyedihkan…akhirnya sampe juga di sby….kontak dengan archa..janjian warung depan mesjid sebelah stasiun pasar turi Surabaya……dan begitu sampe warung….udah ada muka-muka lucu begundal archa, rajak, ucup DAN…….bagus plus fransiska….huahhuahahaa…:)) :)) :)) ternyata bagus berhasil di setanin utk belok dari argopuro ke rinjani….dan ini pilihan yg cukup berani…karena mereka berdua belum punya tiket pesawat ke mataram…
abis makan-makan kecil plus cela-celaan, terutama buat fransiska yang langsung di cela sebagai enci glodok (dan sejak saat itu fransiska ganti nama tanpa bubur merah putih jadi enci atawa cokin :p), kita langsung carter mobil tujuan bandara juanda sambil mengontak tessa, adik sepupuku yg kebetulan lagi dinas di Surabaya, karena konon kabarnya ada mess perwira yg bisa di pake utk abisin waktu tunggu pesawat ke mataram yg baru akan take off jam 7 malam
agak gak enak juga ama tessa karena lokasi mess itu dilingkungan militer, sementara itu begundal tau sendiri lah gimana porsi cela-celaan plus becanda dan ketawanya yg gila-gilaan…hehehhh….untung si tessa baek juga mau minjemin mess nya…walo dia juga sedikit tengsin ama senior-seniornya karena bawa-bawa sodara yg ga jelas gitu juntrungannya…hahahhaa….sorry ya Ca…en tengkyu juga tebengan mess nya
o ya…di mess ini juga bagus sempet sport jantung karena sampe detik-detik menjelang keberangkatan belum ada tiket ke sby, sementara enci udah dapet tiket berkat jasa temennya tessa yg bisa ngusahain satu tiket….dan bagus dengan muka pucat dan sedih abislah jadi bahan cela-celaan….dan udah dari siang-siang di suruh keluar dari mess biar langsung ke terminal car I bis ke mataram….hahahahhh…kalo liat tampang bagus saat itu….udah bela-belain ikut ke rinjani…eh udah belok ke rinjani ternyata ga dapet tiket…..di cela pula abis-abisan…..di suruh naik bis aja….dan kalo ga kekejar nanti ketemunya pas pulang turun gunung aja di pantai lombok…hahahahhaa…:)) :)) apes bgt deh pokoknya bagus :p
tapi bintang memang masih menauingi tim rinjani….pada saat go show…dan sekali lagi atas bantuan koneksi tessa, di bandara juanda akhirnya bisa di usahakan satu tiket lagi utk bagus….walo itu berakibat buruk bagi imej maskapai lion air…karena tiket yg di dapat bagus ternyata bernomor sama dengan tiket orang lain sehingga di dalam pesawat ada sedikit keributan mengenai tempat duduk…hehehehhhh….ga tau dapet dari mana tuh tiket bisa sama sama orang lain >:)
meninggalkan Surabaya yang tengah dilanda badai dan hujan deras….kita semua sampai di lombok…yg cuacanya berbanding terbalik dengan sby….lombok cerah penuh bintang…dan sampe lombok….kijang biru nita (temen milis) udah siap jemput begundal…..hhhhmmmmm….so far so good nihhhhh……belum ada halangan yg berarti…:)
nita ini adalah anak asli lombok….dia udah pengalaman deh soal rinjani…sebelumnya nita baru aja nganterin pendaki Malaysia OGKL, nita udah 6 kali naik rinjani….walo muncak baru sekali pas bareng begundal..hehehh… Sebelum jalan kita udah sempet Tanya kabar mengenai rinjani, dan archa udah telp-telponan sama nita ini….yang jelas service nita ini oke banget deh…:p tengkyu banget ya nit…udah mau di repotin begundal…walaupun kita semua baru sekali ketemu…tapi sambutannya wah lohh…:p
setalah loading ransel di rumah nita…mulailah mengajak kompromi perut…..dan sampailah di warung tenda ayam bakar taliwang orgy khas lombok….lagi asik-asik berantem sama paha ayam…eh tiba-tiba datanglah pramugari lion air yg sewaktu di pesawat udah di godain ama ucup…yaitu sisilia…..ternyata rombongan pramugari lion air makan di tempat yg sama dengan kita….dimulai oleh ucup yg langsung tebar pesona…terjadilah aksi candid camera yg sebetulnya udah ga candid lagi tapi langsung mengarah ke posisi sisil….cheeersss….you are in candid camera …..what a gigopala style :p
sampai kembali di rumah nita..langsung ambil posisi……..zzzzttt…tau-tau udah pagi :)     catper rinjani
prolog
sejak bulan maret di milis pangrango udah kasak-kusuk rencana bawah tanah untuk jalan-jalan naik gunung yang agak jauhan dikit...berhubung di bulan april ada libur hari kejepit lumayan panjang 7 - 16 april 2006 (cuti 3 hari dapet 10 hari :)
beberapa rekan bahkan sudah memplot rencana gunung yg akan di kunjungi, yaitu gunung aropuro,
gunung argopuro di pilih karena lokasinya yang jauh dari jakarta, dan lama pendakian yang boleh di katakan sebagai gunung yg waktu tempo pendakiannya terlama di bandingkan dengan gunung lain di jawa, sehingga kalo mau jalan2 ke gunung ini harus punya cukup waktu.
dedengkot pendakian argopuro ini adalah mr.pemburu_tua yang dari muda sampe tua belom pernah kesampean naik gunung ini, serta lae lukman situmorang yang mau bulan madu sama pacarnya di alun-alun cikasur
gue sendiri sebagai peserta tentative masih bimbang dan ragu, yang jelas gue cuma nyiapin duit , dan ngurus proses cuti, perkara nantinya mau belok kemana itu terserah nanti ajah, kemana langkah mengajakku berjalan :)
walaupun dalam hati kecil gue yg jadi prioritas adalah mendaki gunung rinjani,
karena menurut gue, sekalian jauh, sekalian lama, sekalian ngabisin duit, sekalian jalan2, dan sekalian dapet view yg keren....maka gue pun udah mulai nyebar kail setan di pasfes utk belok ke rinjani..>:)
Sembari menunggu momen yg tepat gue pun mengoper umpan ke rajak buat jalan-jalan ke rinjani, "sekalian jalan-jalan yang jauh Jak"...gitu gue bilang ama rajak, sang razak yg bimbang antara 2 pilihan argopuro dan dempo, semakin bimbang dengan pilihan ke tiga, yaitu rinjani, jawab rajak "gue pikir2 dulu deh Sya"
sampai minggu2 terakhir rencana pendakian yg masih solid adalah tim argopuro, sementara tim rinjani entah menguap kemana......maka gue pun udah kasak-kusuk utk ikutan sama tim ini, udah mulai ngecek jadwal tiket KA dan pesawat ke surabaya, cari temen barengan, cari info soal argopuro dan sempu, minjem2 gears, dll
dan ternyata ......... bola yang di tendang telah bergulir, di tengah perjalanan ke gunung gede, rupanya rajak mengoper bola ke ucup, untuk belok ke rinjani. Walau sebelumnya sudah ada komitmen antara ucup dan bunda utk jalan2 di bali sekalian ke gunung agung, tapi dari informasi bali_un kalo g.agung di tutup, membuat mereka pun berpikir ulang ke bali dan belok ke rinjani...hehehhh
sampai pada suatu senin sore, sms masuk dari bunda archa "tim rinjani positif, TM ntar malem di semanggi"...weleh...weleh....serius nih...:p
dan bener aja...malemnya di foodcourt plasa semanggi muka-muka setan tim rinjani udah pada cengar-cengir.....bunda mezumi, razakazsri, dan cupix....langsung bikin itenary, telp sana-sini buat cari tiket....dan melakukan upaya penggembosan bawah tanah yang terutama di tujukan utk tim argopuro supaya pada belok ke rinjani hehehhh....penggembosan ini tetap terus dilakukan sampai saat detik2 perjalanan ke rinjani :D
akhirnya di sepakatilah perjalanan ke rinjani, dengan start point di stasiun pasar turi surabaya hari sabtu pagi tanggal 8 april.
mereka bertiga (archa, ucup, razak naik kereta gumarang bareng beberapa teman argopuro) sedangkan gue dengan bagus (yg waktu itu masih keukeh ke argopuro) naik kereta argo lawu karena jam kantor yg ga bisa pulang cepet di hari jum'at
and the story just began...... 
| |